Rudal Iran Hantam Kompleks Industri Kimia di Israel, Iron Dome Gagal Parah
Latifahtul Jannah
Penulis
Admin
Editor
Tel Aviv, MUI Digital— Radio Israel melaporkan sebuah rudal yang diluncurkan dari Iran pada Ahad (5/4/2026) siang ini menghantam kompleks industri Neot Hufaf di Beersheba, Israel selatan.
Hal ini terjadi setelah televisi Iran mengumumkan peluncuran gelombang baru roket ke arah Israel hanya beberapa menit setelah gelombang sebelumnya.
Sementara sirene peringatan berbunyi di Beersheba, Dimona, dan wilayah-wilayah di Negev.
Dikutip dari Aljazeera, Ahadi, Radio Militer Israel melaporkan serangan langsung terhadap kompleks industri di Negev terjadi di lokasi yang sama dengan yang dihantam roket Iran pekan lalu.
Pihak Pertahanan Sipil Israel menyatakan tidak ada risiko kebocoran bahan beracun dan kimia dari pabrik yang terkena rudal Iran.
Saluran 12 Israel melaporkan rudal Iran pertama yang diluncurkan ke selatan Israel tidak berhasil dicegat. Sementara Saluran 13 melaporkan bahwa rudal kedua berhasil dicegat.
Serangan Iran ke Haifa
Front Dalam Negeri Israel melaporkan peringatan dini telah dibunyikan di Haifa, Teluk Haifa, dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki setelah terdeteksi peluncuran roket dari Iran, pada Ahad ini.
Sirene peringatan juga berbunyi di wilayah utara Israel, dan penduduk diminta untuk menuju ke tempat perlindungan.
Lembaga berita Tasnim melaporkan peluncuran serangkaian rudal Iran ke arah Israel, sementara media Ibrani melaporkan terdengar suara ledakan yang sangat keras di Haifa dan wilayah Krayot.
Saluran 12 Israel menyebutkan rudal Iran tersebut berhasil dicegat, diikuti dengan pengumuman dari pihak dalam Israel bahwa insiden tersebut telah berakhir dan izin untuk meninggalkan tempat perlindungan di semua wilayah telah diberikan.
Sementara itu, surat kabar Yedioth Ahronoth Israel melaporkan para pekerja di Bandara Ben Gurion di pusat Tel Aviv dievakuasi setelah asap keluar dari sebuah paket besar yang tidak dikenal, tanpa rincian lebih lanjut.
Konfrontasi langsung antara Teheran dan Tel Aviv berlanjut pada Ahad ini, di mana militer Israel mengumumkan telah menargetkan lebih dari 120 sistem pertahanan udara dan rudal milik Iran selama 24 jam terakhir.
Baca juga: Hari Kelam Militer AS Israel, Iran Tembak Jatuh Lagi 1 Jet Tempur dan 5 Drone dalam Sehari
Di sisi lain, sirene peringatan berbunyi di seluruh Israel pada Ahad dini hari, menyusul dua gelombang serangan rudal Iran, yang menyebabkan pecahan rudal jatuh di beberapa lokasi, menurut media Ibrani.
Surat kabar Haaretz melaporkan bahwa pecahan rudal yang diluncurkan dari Iran jatuh di area terbuka di selatan Israel.
Hal itu terjadi setelah militer Israel, dalam sebuah pernyataan, mengumumkan bahwa sirene peringatan berbunyi di kota Beersheba dan Dimona serta permukiman-permukiman yang berbatasan dengan Jalur Gaza setelah terdeteksi serangan rudal dari Iran.
Pada Ahad dini hari, Channel 12 Israel melaporkan sebuah roket yang diluncurkan dari Iran jatuh di daerah terbuka di utara Israel.
Sebelumnya, militer mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa sirene peringatan berbunyi di wilayah luas di utara Israel akibat terdeteksinya peluncuran gelombang kedua roket Iran.
Korban gugur di Iran
Ketua Universitas Kedokteran di Kota Yasuj melaporkan sembilan orang tewas dan 8 luka-luka dalam serangan udara AS-Israel di Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, selatan Iran.
Sejak 28 Februari lalu, Israel dan Amerika Serikat melancarkan perang terhadap Iran yang menewaskan dan melukai ribuan orang, sementara Teheran membalas dengan meluncurkan roket dan drone ke arah Israel.