Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H di KRI SMR-594 Resmi Ditutup, Ini Pesan Kadisbintal TNI AL
Sadam Al Ghifari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital— Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Semarang (SMR)-594 resmi ditutup oleh Kepala Dinas Pembinaan Mental Angkatan Laut (Kadisbintal) TNI AL Laksamana Pertama Harun Arrasyid.
Kegiatan ini digelar TNI AL bersama Komisi Dakwah MUI pada 11-13 Maret 2026 yang diikuti 400 peserta. "Dengan ridha Allah SWT, Pesantren Kilat Ramadhan di KRI Semarang-594 tahun 2026 saya nyatakan ditutup," kata Harun saat memimpin upacara penutupan di KRI SMR-594, Jumat (13/3/2026).
Penutupan kegiatan ini secara simbolis dilakukan pelepasan tanda peserta kepada perwakilan peserta.
Dalam sambutannya, Harun berpesan agar peserta menjadi generasi bangsa yang cerdas intelektual, tangguh fisik dan mental.
Selain itu, Harun juga berpesan agar peserta menjadi generasi bangsa yang memiliki iman yang kuat dan kecintaan yang tak tergoyahkan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca juga: Pesan untuk Peserta Pesantren Kilat Ramadhan TNI AL: Berbaktilah kepada Orang Tua
"Masa depan bangsa ada di pundak teman-teman sekalian yang punya akhlakul karimah," kata Harun.
Harun menyampaikan rasa syukurnya Pesantren Kilat Ramadhan TNI AL bersama Komisi Dakwah MUI bisa berjalan dengan lancar dan sukses.
Harun mengatakan, kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan TNI AL tidak sekadar belajar agama, melainkan juga mengajarkan indahnya nilai-nilai spiritual yang menjadi pondasi bangsa.
Setidaknya ada dua fondasi dari nilai-nilai spiritual yang diajarkan yakni akhlak dan kebersamaan dalam hidup penuh kesederhanaan.
Harun menambahkan, kebersamaan dalam hidup penuh kesederhanaan membuat peserta bisa merasakan hidup bersahaja dalam harmoni, terutama ketika sahur dan buka bersama khas tradisi TNI AL.
Apalagi, kegiatan ini juga diisi dengan kegiatan bakti sosial yang membagikan 400 paket sembako, pembersihan lingkungan, bibir pantai dan rumah ibadah di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
"Saya mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Komandan KRI Semarang 594 dan prajurit," kata Harun.
Baca juga: Risalah Iqra Mengemuka Sebagai Seruan untuk Peserta Pesantren Kilat TNI AL
Peserta Pesantren Kilat Ramadhan TNI AL 2026 berpose bersama usai proses penutupan. Foto: TNI AL
Selain itu, Harun juga menyampaikan terimakasih kepada narasumber yang berasal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama (Kemenag), dan Dinas Pembinaan Mental Angkatan Laut (Disbintalal).
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSA) Laksamana TNI Dr Muhammad Ali didampingi Wakasal Laksamana Madya TNI Erwin S Aldedharma pada 11 Maret 2026 di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priuk, Jakarta Utara.
Pesantren Kilat Ramadhan TNI AL bekerja sama Komisi Dakwah MUI digelar pada 11-13 Februari 2026 di KRI SMR-594. Kegiatan yang diikuti 400 peserta ini juga diisi dengan pembagian 400 paket sembako bagi warga di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta pada Kamis (12/3/2026).
Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Dakwah, KH Arif Fahruddin, mengatakan kegiatan ini sangat strategis dan positif bagi TNI AL dan MUI.
"Mengapa? Karena kedua belah pihak di bulan yang penuh kemuliaan ini (bulan Ramadhan) berkomitmen meningkatkan spiritualitas yang tinggi dengan menyelenggarakan Pesantren Kilat Ramadhan di KRI yang diikuti generasi muda," kata Kiai Arif di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Rabu (11/3/2026).
Komisi Dakwah MUI juga menilai kegiatan ini sangat positif bersama TNI AL untuk melatih kedisiplinan bagi generasi muda.
Komisi Dakwah MUI menyebut kegiatan ini sangat strategis karena dapar meningkatkan nilai-nilai spiritualitas bagi masyarakat, khususnya generasi muda.