Persis Berharap Munas XI Lahirkan Struktur Kepemimpinan MUI Representatif Seluruh Umat Islam
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID—Pengurus Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis) menyampaikan harapan jelang Musyawarah Nasional (Munas) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PP Persis KH Jeje Zaenudin. Ulama yang akrab disapa Kiai Jeje ini menyampaikan, PP Persis berharap Munas XI melahirkan struktur kepemimpinan MUI yang representatif bagi seluruh umat Islam Indonesia.
"Semoga melahirkan struktur kepemimpinan dan kepengurusan yang representatif bagi seluruh umat Islam Indonesia," kata Kiai Jeje kepada MUIDigital, Senin (17/11/2025) melalui pesan WhatsApp.
Kiai Jeje mengatakan hal itu akan memberikan harapan dan kepercayaan kepada MUI di dalam memimpin kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Kiai Jeje mendoakan agar acara Munas XI MUI yang akan digelar pada 20-23 November 2025 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, berjalan dengan lancar dan sukses.
"Melahirkan produk Munas yang terbaik, yang maksimal, optimal, untuk kemaslahatan dan kemanfaatan umat dan negara," sambungnya.
PP Persis menilai MUI memiliki peran penting dan konstruktif terhadap kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. Menurut PP Persis, MUI memiliki kontribusi peran dan jasanya yang sangat besar bagi bangsa dan negara.
"Terutama di dalam menuntut, membimbing umat dalam beragama yang baik dan benar berdasarkan tuntunan sunatullah dan manhaj para ulama salafus shalih," ujarnya.
PP Persis menilai MUI juga punya peran kontribusi dan jasanya di dalam menuntun masyarakat dan bangsa dalam kehidupan yang harmoni, rukun dan damai serta mengedepankan kepentingan bersama demi kejayaan umat dan negara.
"Peran MUI pada periode 2020-2025 saya kira dan saya nilai sungguh luar biasa. Apalagi kita sama-sama tahu periode 2020-2025 diawali dengan masa penuh tantangan dan cobaan seluruh bangsa Indonesia bahkan dunia dengan terjadinya Pandemi Covid-19," ujarnya.
Ketika itu, lanjutnya, peran MUI sungguh sangat besar dan menentukan arah kebijakan bagi negara Indonesia dan umat Islam dalam menyikapi dan menghadapi situasi sangat kritis terkait musibah Covid-19.
Begitu juga di dalam menghadapi tantangan yang berat yaitu kehidupan politik, berbangsa dan bernegara di mana di tahun 2024 adalah masa Pilkada dan Pilpres.
"Kita tahu ketika pesta politik selalu membuka peluang terjadi konflik dan disentegrasi kehidupan bermasyarakat. MUI dengan peran keulamaannya sebagai khadimul ummah dan shadiqul hukumah telah mampu menjembatani kepentingan negara dengan kepentingan rakyat," tegasnya.
Kemudian, lanjutnya, MUI mampu menjembatani kepentingan politik identitas dengan kepentingan politik bersama. Menurut Kiai Jeje, peran itu sangat signifikan menjadi panutan dan pedoman seluruh masyarakat Indonesia di dalam menyikapi setiap kondisi dan situasi yang darurat atau kondisi yang kritis. Terakhir, PP Persis menyampaikan terimakasih atas kepemimpinan MUI periode 2020-2025. (Sadam, ed: Nashih)