Penutupan Munas XI MUI: Sembilan Buku Diluncurkan sebagai Warisan Keilmuan
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID--Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi momentum penting dengan diluncurkannya sembilan buku yang merekam perjalanan, pemikiran, dan kontribusi MUI bagi umat, bangsa, dan dunia internasional.
Peluncuran ini menjadi penanda komitmen MUI dalam memperkuat khazanah keilmuan sekaligus refleksi perjalanan lembaga yang memasuki usia setengah abad.
Selain peluncuran karya-karya tersebut, Munas XI MUI juga menetapkan kembali KH Anwar Iskandar sebagai Ketua Umum MUI dan Buya Amirsyah Tambunan sebagai Sekretaris Jenderal MUI untuk periode 2025–2030. Pada forum yang sama, KH Ma’ruf Amin kembali dipercaya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI periode 2025–2030.
Prosesi peluncuran dilakukan secara simbolis melalui penyerahan buku kepada sejumlah tokoh dan perwakilan lembaga. Rangkaian karya tersebut ditulis oleh para pengurus dan tim penulis MUI, mencakup biografi, catatan sejarah, refleksi peran MUI, hingga kontribusi pemikiran terhadap isu kemanusiaan global seperti Palestina.
1. Buku Biografi Ketua Umum MUI dari Masa ke Masa
Buku pertama memuat perjalanan para Ketua Umum MUI dari berbagai periode. Dipimpin oleh Ketua Tim Buku, Rofiqul Umam Ahmad, karya ini menggambarkan dinamika kepemimpinan MUI dari masa ke masa.
Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, menerima buku tersebut sebelum kemudian diserahkan kepada Ketua Umum MUI, KH M. Anwar Iskandar.
2. Buku Biografi Sekum dan Sekjen MUI dari Masa ke Masa
Masih dipimpin oleh Rofiqul Umam Ahmad, buku kedua mendokumentasikan kiprah para Sekretaris Umum dan Sekretaris Jenderal MUI.
Buku diserahkan kepada KH M. Anwar Iskandar setelah diterima secara simbolis oleh Buya Amirsyah Tambunan.
3. Buku 50 Tahun Majelis Ulama Indonesia
Karya ketiga yang juga dipimpin oleh Rofiqul Umam Ahmad ini menjadi rekam jejak sejarah MUI sejak berdiri hingga kini.
Seperti dua buku sebelumnya, buku ini diterima Buya Amirsyah Tambunan dan diserahkan kepada KH. M. Anwar Iskandar.
4. Buku Mengemban Khadimul Ummah Memperkokoh Shadiqul Hukumah: Refleksi 50 Tahun MUI
Buku refleksi ini ditulis oleh Erni Juliana Al Hasanah Nasution.
Secara simbolis, buku diserahkan kepada unsur Organisasi Masyarakat, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia (BMIWI), Dr. Iin Kendedes.
5. Buku Free Palestine: Solution to the Humanitarian Crisis in the Land of the Prophets
Karya Sudarnoto Abdul Hakim dan Yanuardi Syukur ini mengangkat solusi dan analisis krisis kemanusiaan di Palestina.
Buku diserahkan kepada perwakilan Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
6. Buku Pejuang Ekonomi Umat: Pemikiran dan Gerakan
Ditulis oleh almarhum Dr. Ir. H. Lukmanul Hakim, M.Si., buku ini menegaskan kontribusinya dalam penguatan ekonomi umat.
Buku diserahkan kepada perwakilan perguruan tinggi, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, oleh Guntur Subagja Mahardika dan Yanuardi Syukur.
7. Buku Diplomasi Bela Palestina dan Minoritas Muslim di Berbagai Negara di Dunia
Karya ini ditulis oleh Sudarnoto Abdul Hakim, Bunyan Saptomo, Subhan Cholid, Yuli Mumpuni Widarso, Arif Fahruddin, dan Yanuardi Syukur.
Buku diserahkan kepada MUI Papua Selatan melalui KH. Sidik Weriuw oleh para penulis dan perwakilan MUI pusat.
8. Ensiklopedia Budaya Islam Indonesia
Ensiklopedia ini menjadi kontribusi penting dalam pelestarian budaya Islam Nusantara.
Buku diterima oleh MUI Sulawesi Tengah melalui KH. Ulil Hidayat dan diserahkan langsung oleh Ketua MUI Bidang Seni dan Budaya Islam, KH. Jeje Zainudin.
9. Buku Panduan Pembinaan Lembaga Mualaf Indonesia Majelis Ulama Indonesia
Ditulis oleh KH. M. Cholil Nafis dan H. Arif Fahrudin, buku panduan ini memperkuat peran MUI dalam pembinaan mualaf di Indonesia. Buku diserahkan kepada Rofiqul Umam Ahmad.
Peluncuran sembilan buku ini menegaskan komitmen MUI untuk terus memperkaya literatur keislaman, memperkuat dokumentasi sejarah, serta memberikan sumbangsih pemikiran yang relevan terhadap isu-isu kebangsaan dan internasional.
(Latifahtul Jannah ed: Muhammad Fakhruddin)