Lewati ke konten utama
Selasa, 7 Juli 2026 / 21 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Pemerintah Antisipasi Biaya dan Logistik Haji, Keselamatan Jamaah Jadi Prioritas

2 menit baca 940 dibaca
Jamaah haji
Ilustrasi haji - Photo by ekrem osmanoglu on Unsplash
Bagikan:

Madinah, MUI Digital— Pemerintah Indonesia akan mengambil langkah mitigasi untuk menjaga kualitas layanan, baik dari sisi transportasi maupun konsumsi jamaah haji selama di Tanah Suci.

Dia juga menyampaikan bahwa perhatian Presiden Prabowo Subianto tetap berfokus pada keselamatan jamaah haji dengan dua aspek utama, yakni keamanan penerbangan dan kesiapan logistik pangan.

 “Keselamatan jamaah menjadi prioritas utama, terutama terkait keamanan penerbangan dan ketersediaan logistik pangan,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat memulai pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdulfattah bin Sulaiman Mashat, di Madinah, Ahad (29/3/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dilakukan usai ziarah dan salat Maghrib bersama di Raudah, sembari membahas berbagai persiapan penyelenggaraan ibadah Haji 2026.

Baca juga: Kesiapan Penyelenggaraan Haji Hampir 100 Persen, Menhaj Minta Jamaah Maksimalkan Manasik

Terkait katering, berdasarkan hasil peninjauannya ke sejumlah dapur katering di Arab Saudi, Dahnil memastikan pentingnya menjaga ketersediaan bahan pangan. 

Dia mendorong agar dapur-dapur penyedia makanan memiliki cadangan bahan baku hingga tiga bulan, termasuk makanan siap saji untuk berbagai kondisi darurat.

Langkah ini diharapkan mampu menjamin kenyamanan dan kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Sementara itu, potensi kenaikan harga bahan bakar yang dapat berdampak pada biaya penerbangan jamaah haji juga menjadi salah satu bahasan.

Baca juga: Menhaj Gus Irfan Tegaskan Jadwal Pelaksanaan Haji Tetap On Track

Abdulfattah menyampaikan bahwa secara umum seluruh persiapan haji oleh pemerintah Arab Saudi telah dilakukan dengan matang.

Namun demikian, dia menekankan pentingnya antisipasi terhadap dinamika global, khususnya terkait energi.

“Kenaikan harga bahan bakar perlu menjadi perhatian bersama, sehingga kedua negara dapat mengantisipasi agar layanan penerbangan tetap optimal,” ujarnya.