Lewati ke konten utama
Selasa, 7 Juli 2026 / 21 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Operasional Gelombang I Jamaah Haji di Madinah Resmi Berakhir

3 menit baca 1.466 dibaca
DR Khalilurrahman-Kadaker Madinah
Bagikan:

Laporan MUI Digital langsung dari Madinah, Arab Saudi 

Madinah, MUI Digital – Operasional penyelenggaraan ibadah haji gelombang pertama di Madinah resmi berakhir pada Jumat (15/5/2026).

Penutupan fase ini ditandai dengan pemberangkatan tiga kelompok terbang (kloter) terakhir jamaah haji reguler Indonesia menuju Makkah.

Tiga kloter terakhir tersebut berasal dari Embarkasi UPG 21, KJT 20, dan BTH 14 dengan total sekitar 1.278 jamaah. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah, seluruh jamaah singgah di Masjid Dzulhulaifah atau Miqat Bir Ali untuk mengambil niat ihram dan melaksanakan shalat sunnah sebagai persiapan umrah wajib di Masjidil Haram.

Kepala PPIH Daerah Kerja (Daker) Madinah, DR Khalilurrahman, mengatakan seluruh proses pendorongan jamaah pada hari terakhir berjalan lancar dan sesuai rencana.


“Alhamdulillah, semua berjalan tertib. Tidak ada persoalan krusial di lapangan. Madinah secara bertahap mulai kosong dari jamaah haji reguler gelombang pertama,” ujarnya kepada Media Center Haji saat memantau langsung proses pendorongan di Bir Ali.

Sejak pukul 06.00 Waktu Arab Saudi (WAS), Khalilurrahman turut mendampingi petugas di Sektor 2 untuk mengawal pelepasan jamaah Embarkasi BTH Kloter 14 dari hotel menuju Bir Ali.

Setelah memastikan seluruh jamaah berangkat, ia melanjutkan pemantauan di area miqat Bir Ali. Di lokasi tersebut, Khalilurrahman menyapa jamaah dari dalam bus serta menyampaikan pesan menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Ia juga mengajak jamaah berdoa bersama agar seluruh rangkaian ibadah puncak haji dapat dijalani dengan lancar.

Baca juga: Jamaah Indonesia Ditangkap Rekam Perempuan tanpa Izin, Prof Niam Ingatkan Bijak Bermedsos

“Semoga bapak dan ibu semua diberikan kesehatan, bisa menjalani ibadah dengan baik, meraih predikat haji mabrur, serta kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat wal afiat,” katanya.

Terkait jamaah yang masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Khalilurrahman meminta keluarga di Tanah Air tidak khawatir.

Menurutnya, jamaah yang sakit tetap berada dalam pengawasan tenaga medis. Setelah dinyatakan laik jalan oleh dokter, mereka akan diberangkatkan menuju Makkah dengan pendampingan khusus.

Meski jumlah jamaah pada hari terakhir sudah jauh berkurang, pelayanan petugas tetap dilakukan secara maksimal. Kepala PPIH Sektor Bir Ali, Divia Ardianto, mengatakan seluruh personel tetap siaga penuh di lapangan.

Salah satu fokus utama pelayanan adalah membantu jamaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Petugas menyiapkan pendampingan khusus hingga fasilitas golf car bagi jamaah yang tidak kuat berjalan jauh menuju bus.

Baca juga: Kawal Puncak Armuzna, Musyrif Diny Prof Niam Ikhtiarkan Layanan Haji Patuh Syariah

“Kami upayakan jamaah lansia tetap bisa melihat suasana Bir Ali dan merasa nyaman saat proses miqat tanpa harus kelelahan berjalan jauh,” ujar Divia.

Petugas juga terus mengingatkan jamaah untuk menjaga kondisi fisik menyusul suhu udara di Madinah yang sempat mencapai 42 derajat Celsius. Kondisi cuaca di Makkah diperkirakan akan lebih panas saat memasuki puncak haji.

Jamaah diimbau untuk memperbanyak minum air putih, tidak menunggu haus, menggunakan payung, masker, serta semprotan air saat beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, jamaah juga diminta memperbanyak istirahat guna menjaga stamina menghadapi rangkaian ibadah haji yang lebih berat.

Usai selesainya operasional gelombang pertama di Madinah, petugas Daker Madinah akan bergeser ke Makkah untuk memperkuat layanan selama fase puncak haji di Armuzna.

Setelah fase Armuzna selesai, PPIH Daker Madinah dijadwalkan kembali bertugas menyambut kedatangan jamaah gelombang kedua yang akan diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah.