MUI Ajak Jamaah Haji Doakan Indonesia Senantiasa Aman, Damai, dan Sejahtera
Sadam Al Ghifari
Penulis
Muhammad Fakhruddin
Editor
Jakarta, MUI Digital- Majelis Ulama Indonesia mengajak jamaah haji untuk mendoakan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang senantiasa aman, damai, dan sejahtera.
Ajakan ini disampaikan Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh jelang kedatangan kloter pertama jamaah haji Indonesia yang dijadwalkan tiba pada 22 April 2026 di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, Arab Saudi.
"Mendoakan bangsa Indonesia agar dijadikan bangsa yang aman, damai, sejahtera; pemimpinnya diberikan ma’unah oleh Allah SWT dan diberikan petunjuk dan kekuatan untuk memimpin dengan adil untuk mewujudkan masyarakat yang mutamaddin," kata Prof Ni'am kepada MUI Digital di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026).
Baca juga: Ketua MUI Bidang Fatwa Prof Ni'am Berharap Pemerintah RI Beri Pelayanan Terbaik bagi Jamaah Haji
Sesampainya jamaah haji Indonesia di Madinah, Prof Ni'am berpesan agar fokus untuk melaksanakan ibadah serta melaksanakan refleksi atas kehidupan Nabi Muhammad SAW serta sahabat.
Menurutnya, hal ini penting agar dapat meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW serta sahabat dalam keseharian, baik sebagai individu, anggota keluarga, maupun anggota masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah, Depok, Jawa Barat ini menilai agar jamaah haji perlu memperkaya wawasan dengan membaca literatur seputar Madinah dan tempat-tempat bersejarah, serta melakukan refleksi sejarah untuk dijadikan ibrah (pelajaran).
Baca juga: Menhaj Lepas Kloter Pertama Jamaah Haji Indonesia Menuju Madinah
"Misalnya saat ziarah ke Masjid Quba, Masjid Qiblatain, ke Jabal Uhud, ke Makam Baqi, dan tentu ke Makam Rasulullah saw serta para sahabat," kata Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta.
Dalam kesempatan ini, Prof Ni'am menyampaikan selamat menempuh perjalanan ibadah haji kepada seluruh jamaah haji, khususnya yang berasal dari Indonesia.
"Mudah-mudahan diberikan kelancaran perjalanannya hingga sampai ke Tanah Suci, diberikan kemampuan menjalankan aktivitas ibadah," kata dia.
Prof Ni'am berpesan kepada seluruh jamaah haji untuk memenuhi dan mematuhi berbagai peraturan perundang-undangan, baik saat berada di Indonesia maupun di Arab Saudi.
Prof Ni'am juga berpesan agar jamaah haji dapat menjaga kesehatan agar pada saat puncak pelaksanaan ibadah haji dapat terlaksana dengan kondisi sempurna, baik ibadah fisiknya, rohaninya dan quliyahnya.
Prof Ni'am mengungkapkan, kloter pertama jamaah haji akan tinggal di Tanah Suci hingga puncak ibadah haji dengan waktu yang cukup lama.
Lebih lanjut, Prof Ni'am berharap jamaah haji memiliki pemahaman untuk menjaga kondisi fisiknya. Selain itu, jamaah haji tidak memaksakan diri menjalankan berbagai aktivitas sunnah di tengah kondisi cuaca yang mungkin belum familiar.
"Kemudiaan kondisi fisik yang kadang juga memiliki keterbatasan karena suasana senang di tempat yang baru, sehingga terlena. Akhirnya pada saat harian kondisi fisik sudah terkuras. Ini penting untuk dipahami kepada seluruh jamaah haji," sambungnya.
Lebih lanjut, Ketua Majelis Alumni IPNU berpesan kepada calon jamaah haji untuk terus mendalami ilmu keagamaan, khususnya mengenai fikih haji.
Dia menerangkan, ibadah haji adalah ibadah mahdhah yang mengharuskan adanya kepatuhan terhadap syarat dan rukun.
Dengan begitu, jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan benar secara syar'i dan memperoleh haji yang mabrur.
Prof Ni'am menjelaskan, jamaah haji bisa mendalami ilmu keagamaan dengan membaca buku-buku manasik dan konsultasi kepada pembimbing haji.
"Kemudiaan mengikuti aturan main, baik aturan main keagamaan maupun aturan main yang ditetapkan oleh pemerintah, baik pemerintah Indonesia, dalam hal ini adalah para petugas haji PPIH, maupun aturan di pemerintah Arab Saudi," tegasnya.