Lewati ke konten utama
Kamis, 9 Juli 2026 / 23 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Muhibah "Digital Silk Road", MUI Perkuat Kerja Sama Teknologi, Ekonomi Halal, dan Dialog Peradaban dengan China

4 menit baca 76 dibaca
b4de33e4-a0ef-42c1-89a0-d72f70204ba6
Bagikan:

GUANGZHOU, MUI Digital –Majelis Ulama Indonesia (MUI) memulai kunjungan muhibah bertema "Digital Silk Road" ke Guangzhou dan Shenzhen, China, pada Kamis (9/7/2026). Rombongan yang terdiri dari 24 pengurus MUI dari berbagai bidang ini membawa misi strategis: memperkuat dakwah digital, memperkuat kerja sama ekonomi dan halal, serta mempererat diplomasi antarmasyarakat Indonesia-Tiongkok.

Keberangkatan rombongan yang dipimpin oleh Ketua MUI Bidang Informasi, Komunikasi, dan Digitalisasi (Infokomdigi), KH Masduki Baidlowi, ditandai dengan penerbangan CZ388 dari Jakarta menuju Guangzhou. Setibanya di China, agenda pertama rombongan adalah berkunjung ke Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Guangzhou untuk bersilaturahmi dan berkoordinasi.

KH Masduki menegaskan bahwa tema "Digital Silk Road" dipilih bukan tanpa alasan. Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah secara fundamental cara umat berkomunikasi dan mengakses informasi keagamaan.

"Otoritas ulama saat ini sedang terancam oleh algoritma di mesin pencarian, media sosial, dan berbagai platform AI. Jika ulama ingin tetap eksis dan memimpin umat, maka dakwah digital harus menjadi bagian dari perjuangan keulamaan hari ini," tegas KH Masduki Baidlowi dalam pernyataannya usai pertemuan di KJRI Guangzhou, Kamis malam.

Ia menambahkan bahwa penambahan kata "digitalisasi" dalam nomenklatur Bidang  Infokomdigi MUI merupakan penegasan arah kerja baru yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman. "Dulu dakwah dilakukan secara konvensional. Sekarang, komunikasi umat sudah berpindah ke ruang digital. Dakwah pun harus mengikuti perubahan itu," ujarnya.

Kunjungan muhibah ini juga dimaknai sebagai upaya MUI menjawab tantangan kesenjangan digital antara generasi ulama dan generasi muda yang merupakan digital native. 

Selain itu, rombongan juga akan menjajaki peluang kerja sama di bidang ekosistem ekonomi halal digital, serta teknologi komunikasi yang menjadi unggulan China.

Ketua rombongan berharap muhibah ini dapat memperkuat hubungan persahabatan Indonesia-Tiongkok sekaligus membuka babak baru kerja sama yang bermanfaat bagi umat Islam di kedua negara. 

"Kami berangkat dengan membawa semangat khadimul ummah. Semoga muhibah ini membawa manfaat besar bagi umat dan bangsa," pungkasnya.

Kunjungan hari pertama dijalani dengan penajaman program bersama KJRI Guangzhou untuk memastikan seluruh agenda muhibah selaras dengan kepentingan diplomasi ekonomi dan perlindungan ekosistem halal bagi WNI di luar negeri. 

Selama lima hari ke depan, delegasi MUI dijadwalkan akan mengunjungi sejumlah objek strategis dan raksasa teknologi dunia.

Di Guangzhou, rombongan akan bertemu dengan Asosiasi Islam Guangzhou di Masjid Huaisheng, melakukan salat Jumat di Masjid Xianxian, serta meninjau pameran dagang terbesar dunia, Canton Fair.

Selain itu, delegasi akan mengunjungi Guangdong University of Foreign Studies serta XAG Technology, perusahaan terkemuka yang mengembangkan teknologi drone untuk sektor pertanian.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke kota Shenzhen menggunakan kereta cepat. Di Shenzhen, MUI akan melakukan lawatan industri ke beberapa korporasi multinasional, antara lain Hytera Communications Corporation yang bergerak di bidang teknologi komunikasi canggih, BYD Company sebagai raksasa kendaraan listrik (EV) dan energi terbarukan, serta Mindray Medical yang fokus pada inovasi peralatan medis global. Delegasi juga dijadwalkan mengunjungi Museum of Contemporary Art and Urban Planning untuk meninjau perkembangan reformasi dan keterbukaan ekonomi wilayah Guangdong.

Muhibah strategis ini diikuti oleh 24 orang delegasi yang merepresentasikan 9 bidang pokok di internal struktur MUI, mencakup Bidang Infokomdigi, Bidang Dakwah, Bidang Ekonomi, Bidang Kerja Sama Internasional, Bidang Seni Budaya, Bidang Pesantren, Bidang Kebendaharaan, Bidang Halal, serta Bidang Fatwa.

Di antara nama-mana pengurus MUI Pusat yang turut serta dalam rombongan ini adalah KH Masduki Baidlowi (Ketua MUI Bidang Infokomdigi), Buya Pasni Rusli Abdul Wahib (Ketua MUI Bidang Seni Budaya), KH. Abdulmanan Abdul Gani (Ketua MUI Bidang Dakwah), H. Azrul Tanjung (Ketua MUI Bidang Ekonomi), Safira Machrusah (Wasekjen Bidang Hubungan Internasional), Rofiqul Umam Noeril Huda (Wasekjen Bidang Halal), Arif Fahrudin Matrozi (Wasekjen Bidang Dakwah), Ziyad Mahbub Targhib (Wasekjen Bidang Metodologi Fatwa), Choirul Sholeh Rasyid (Wasekjen Bidang Pesantren), Hazuarli Abdul Halim (Wasekjen Bidang Ekonomi), Yayat Sujatna dan Jojo Sutisna (Bendahara MUI). Rombongan dijadwalkan bertolak kembali ke Jakarta pada Senin, 13 Juli 2026 melalui Bandara Shenzhen.