Menteri Agama: Keberhasilan Kemenag Terukur dari Dekatnya Umat dengan Ajaran Agamanya
Menteri Agama: Keberhasilan Kemenag Terukur dari Dekatnya Umat dengan Ajaran Agamanya
Jakarta, MUI Digital — Menteri Agama RI, KH Nasaruddin Umar, mengungkapkan bahwa ukuran sejati keberhasilan Kementerian Agama (Kemenag) tidak hanya ditentukan oleh capaian angka-angka statistik atau laporan formal birokrasi, melainkan dari seberapa dekat masyarakat Indonesia dengan ajaran agamanya masing-masing.
Hal tersebut disampaikan Menag saat memberikan keterangan dalam Konferensi Pers bertajuk “2 Tahun Asta Cita Kinerja Kemenag, Manfaat untuk Umat” yang digelar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (19/10/2026).
“Ukuran keberhasilan Kementerian Agama itu bukan hanya berdasarkan angka-angka formal yang telah disusun. Tetapi yang paling penting buat kita secara global adalah bagaimana mendekatkan antara umat beragama dengan agamanya itu sendiri,” ujar Kiai Nasaruddin Umar.
Menurut Menag, ketika kesadaran beragama tumbuh dan masyarakat aktif mempraktikkan ajaran agama yang dianutnya, hal itu akan memberikan dampak positif yang sangat besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI tersebut meyakini bahwa peningkatkan kesadaran spiritual umat beragama secara alami akan berdampak langsung pada penurunan berbagai persoalan sosial di Indonesia.
“Semakin sadar orang itu beragama, semakin sadar orang akan menjalankan dan mempraktikkan ajaran agamanya, maka itu artinya kontribusi yang terbesar bagi bangsa itu sendiri. Karena kalau orang sudah sadar sebagai umat beragama, saya kira masalah korupsi, penyimpangan, dan masalah ketertiban masyarakat pasti dengan sendirinya akan terwujud,” jelasnya.
Menag menambahkan bahwa sebagai salah satu institusi pemerintah terbesar di Indonesia yang memiliki lebih dari 4.000 satuan kerja (satker) dan mengayomi sekitar 360.000 aparatur sipil negara (ASN) hingga ke tingkat Kantor Urusan Agama (KUA), Kemenag memiliki tanggung jawab moral dan struktural yang sangat masif.
Untuk mendukung komitmen tersebut, Kemenag terus memperkuat integritas internal melalui berbagai program unggulan, termasuk transparansi birokrasi, penerbitan buku antikorupsi dalam perspektif enam agama, hingga peningkatan layanan keagamaan dan pendidikan di seluruh Indonesia.
Menag berharap, seluruh jajaran Kemenag, mulai dari rektor, Kepala Kanwil, penyuluh, hingga para mubaligh dapat terus mengemban amanah ini agar nilai-nilai keagamaan benar-benar menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat.
Hadir dalam konferensi pers ini Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan, Wakil Menteri Agama RI Romo Muhammad Syafi'i, Irjen Kementerian Agama RI Khairunnas, dan Dirjen Bimas Islam Prof Abu Rokhmad.