Lewati ke konten utama
Sabtu, 25 Juli 2026 / 10 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Menko Pangan Ajak Umat Perkuat Kedaulatan Pangan demi Kehormatan Bangsa

2 menit baca 83 dibaca
Menko Zulhas KUII
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat menjadi pembicara pada Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Foto: Latifahtul Jannah/ MUI Digital
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengajak umat Islam untuk bersama-sama memperkuat kedaulatan pangan sebagai bagian dari kehormatan bangsa.

Menurutnya, kedaulatan pangan bukan semata persoalan ekonomi, melainkan menyangkut kehormatan bangsa, kesejahteraan rakyat, serta kemandirian umat dalam menghadapi dinamika geopolitik global.

"Oleh karena semua saudara, kita harus swasembada. Karena swasembada itu kehormatan petani, kehormatan keluarga kita, saudara kita, Pak. Mayoritas rakyat Indonesia itu ada di desa," ujarnya saat menjadi pembicara pada Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Baca juga: Marak "Ustaz AI", Waketum MUI KH M Cholil Nafis Dorong Jihad Digital di KUII VIII

Dalam paparannya, Zulkifli menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap impor berbagai komoditas pangan yang selama ini dinilai membuat petani dalam negeri tidak menikmati nilai ekonomi dari hasil pertanian.

Menurutnya, kondisi tersebut telah menyebabkan banyak petani kehilangan lahan dan beralih menjadi buruh tani akibat kebijakan yang tidak berpihak kepada sektor pertanian.

"Artinya petani kita nggak nikmati apa-apa, yang menikmati sana. Tapi di pasar bebas, yang penting kamu punya uang, beli. Nggak penting suasana, nggak penting harus berdaulat," ujarnya.

Dia pun menegaskan, perubahan kebijakan pemerintah saat ini diarahkan untuk mengembalikan keberpihakan kepada petani melalui perbaikan harga gabah, kemudahan pupuk, serta berbagai kebijakan yang mendukung produksi pangan nasional.

Baca juga: Di KUII VIII, MUI Gandeng UI Kembangkan Artificial Intelligence untuk Kemajuan Bangsa

"Harga gabah kita naikkan, pupuk yang rumit kita permudah. Segala yang menyangkut petani, kita berpihak dulu sama mereka," lanjutnya.

Zulkifli pun menyebut, hasil kebijakan tersebut mulai terlihat. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia tidak lagi mengimpor beras pada 2025 dan bahkan mencatat surplus produksi.

"Tahun 2024 kita impor beras 4,5 juta ton, 2025 nggak impor lagi. Kita surplus 4,2 juta ton. lapornya.

Di hadapan para ulama, cendekiawan, dan tokoh umat Islam, Zulkifli juga menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar target ekonomi, melainkan juga menyangkut martabat bangsa.

Melalui forum KUII VIII, Zulkifli berharap umat Islam tidak hanya membahas perbedaan, tetapi juga ikut memikirkan persoalan-persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat, khususnya petani dan nelayan, sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan bangsa yang mandiri dan berdaulat di bidang pangan.

"Tidak ada negara lain yang mau nolong Indonesia itu nggak ada. Yang bisa membantu kita, yang bisa nolong kita ya kita," kata dia mengingatkan.