JAKARTA, MUI.OR.ID — Dengan sederet capaian penting, termasuk film Buya Hamka dan Ensiklopedi Budaya Islam Indonesia tujuh jilid, Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSPBI) MUI siap memaparkan strategi lima tahun ke depan dalam Munas XI MUI. Acara digelar 20–23 November 2025 di Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta Utara, ini akan dibuka langsung Presiden RI Prabowo Subianto.
Ketua MUI Bidang Seni Budaya dan Peradaban Islam, KH Jeje Zaenuddin menyampaikan bahwa program LSBPI masa khidmat 2020-2025 cukup banyak.
“Tetapi prioritasnya adalah edukasi dan literasi tentang seni budaya menurut Islam melalui penulisan dan sosialisasi buku Panduan Seni Islami, kegiatan Remaja Bertanya Tentang Seni Budaya, dan Ulama Menjawab,” kata Kiai Jeje dalam keterangan yang diterima MUIDigital, Rabu (19/11/2025).
Selain itu, Kiai Jeje menyebut program juga mencakup berbagai kegiatan kreatif dan sosial yang berfokus pada pengembangan seni budaya islami.
“Sosialisasi film Buya Hamka, lomba cipta film pendek islami, lomba cipta lagu anak Indonesia, malam amal untuk Palestina melalui seni budaya, FGD Seni Budaya, Multaqa Budayawan, Festival Seni Budaya Islami, Lomba Kaligrafi, Kongres Budaya Islam Indonesia, hingga penulisan Ensiklopedi Budaya Islam Indonesia,” sambungnya.
Kiai Jeje menegaskan, semua program tersebut sangat penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Seni budaya itu tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia, karena itu harus diberi nilai dan makna yang sejalan dengan tuntunan ajaran Islam. Sekaligus mengedukasi masyarakat tentang bahaya seni budaya jika tidak diatur dan diarahkan oleh nilai-nilai ajaran Islam,” jelasnya.
Menurut Kiai Jeje, semua program LSBPI yang telah dirancang pada setiap Rakernas tahunan, alhamdulillah, dapat terlaksana dengan baik.
Di antara capaian yang cukup signifikan dalam pelaksanaan program LSBPI periode 2020–2025 adalah keberhasilan menyosialisasikan dan menyukseskan pendidikan nilai kepada masyarakat melalui penayangan film Buya Hamka bagian 1 dan 2, yang sarat dengan pelajaran dan pesan moral yang tinggi.
Begitu juga keberhasilan menggelar Kongres Budaya Islam Indonesia, yang memperkuat wacana nasional terkait budaya Islam.
Yang cukup monumental adalah keberhasilan menyusun Ensiklopedi Budaya Islam Indonesia yang mencapai tujuh jilid besar.
“Sehingga dapat menjadi rujukan bagi para peminat penelitian di bidang budaya Islam Indonesia,” katanya.
LSBPI juga menyiapkan laporan komprehensif terkait kesinambungan program edukasi seni budaya Islami, termasuk penguatan festival, kajian, dan literasi masyarakat.
Salah satu agenda penting Munas XI adalah perluasan literasi seni budaya Islami kepada generasi muda.
“Kami ingin memastikan seni budaya tetap berada dalam koridor nilai Islam dan menjadi bagian dari penguatan peradaban,” ujarnya.
Meski banyak capaian, LSBPI mencatat sejumlah tantangan ke depan, termasuk perlunya dukungan lebih luas dari masyarakat.
Dengan konsolidasi program dan capaian tersebut, LSBPI siap memantapkan langkah strategis dalam Munas XI MUI untuk memperkuat peran seni budaya dalam memperkaya peradaban Islam di Indonesia.
(Latifahtul Jannah/Azhar)