Kisah Pejuang Berjaket Hitam Gaza yang Melawan Tank-Tank Israel
Gaza, MUI Digital — Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas, merilis rekaman terbaru yang menampilkan sosok syahid Hamzah Hisyam Amer, pejuang yang dikenal luas dengan julukan “al-Muqatil al-Aniq” atau “Pejuang Elegan”.
Dalam publikasi tersebut, dikutip dari Aljazeera, Sabtu (1/8/2026) Al-Qassam mengungkap bahwa Hamzah merupakan komandan satuan tempur di Batalion Mush'ab bin Umair yang berada di bawah Brigade Khan Younis.
Video itu merupakan bagian dari serial dokumenter “Aqmar Ath-Thufan” (Bulan-Bulan Badai Al-Aqsa) yang diterbitkan Al-Qassam untuk mendokumentasikan perjalanan para komandan dan pejuangnya yang gugur selama perang di Jalur Gaza.
Nama Hamzah Amer sebelumnya menarik perhatian publik setelah kemunculannya dalam sebuah video pertempuran yang beredar pada akhir Januari 2024.
Saat itu ia terlihat mengenakan mantel hitam panjang dan sepatu olahraga berwarna putih sambil membawa peluncur roket anti-tank Yasin-105 untuk menyerang kendaraan militer Israel di Khan Younis, Gaza Selatan.
Penampilannya yang berbeda dari kebanyakan pejuang di medan tempur membuat sosoknya cepat dikenal di media sosial dan menjadi salah satu figur yang banyak diperbincangkan selama berlangsungnya perang.
Dalam rekaman terbaru, Al-Qassam menampilkan sejumlah dokumentasi aktivitas Hamzah selama bertugas.
Ia terlihat memimpin pelatihan anggota Al-Qassam, mengikuti latihan militer menggunakan amunisi tajam sebelum Operasi Thufan Al-Aqsa, serta terlibat langsung dalam berbagai aktivitas lapangan selama pertempuran berlangsung.
Sejumlah cuplikan juga memperlihatkan Hamzah dalam kondisi mengalami luka di bagian kepala akibat pertempuran.
Dalam tayangan lainnya, ia tampak memberikan arahan kepada para pejuang yang bersiap meluncurkan rudal anti-tank di tengah pertempuran yang berlangsung di Khan Younis.
Menurut keterangan Al-Qassam, Hamzah Amer lahir pada 1991 dan gugur pada 1 Maret 2024. Sebelum wafat, ia menjabat sebagai komandan satuan tempur di Brigade Khan Younis.
Al-Qassam juga menayangkan rekaman wasiat Hamzah yang ditujukan kepada keluarga dan kerabatnya. Dalam pesan tersebut, ia mengajak keluarganya untuk tetap memegang teguh komitmen perjuangan serta memberikan perhatian pada pendidikan generasi muda melalui Al-Qur'an dan kedekatan dengan masjid.
Putra Komandan yang Gugur pada Intifada Pertama Hamzah Amer merupakan putra dari Hisyam Husni Amer, salah seorang komandan Al-Qassam yang gugur pada masa Intifada Palestina Pertama tahun 1992.
Menurut sejumlah catatan, Hisyam Amer syahid dalam sebuah operasi yang menargetkan kantor polisi Khan Younis yang saat itu digunakan oleh pasukan pendudukan Israel.
Latar belakang keluarga tersebut membuat banyak warga Palestina memandang Hamzah sebagai sosok yang melanjutkan jejak perjuangan ayahnya.
Lebih dari tiga dekade setelah wafatnya sang ayah, Hamzah juga gugur dalam konflik yang melibatkan pasukan Israel di Gaza.
Ramai Diperbincangkan di Media Sosial Publikasi video terbaru itu memicu beragam respons di media sosial. Banyak warganet Palestina mengenang keberanian Hamzah selama pertempuran dan menyebutnya sebagai salah satu simbol keteguhan para pejuang di Khan Younis.
Seorang aktivis Palestina dari Gaza menyebut Hamzah tidak pernah meninggalkan Khan Younis selama perang berlangsung dan tetap bertahan hingga akhir hayatnya.
Sebagian pengguna media sosial kembali menyebutnya sebagai “pejuang berjaket hitam”, merujuk pada penampilannya yang ikonik dalam video yang sempat viral pada awal 2024.
Sementara itu, sejumlah pengguna lainnya menyoroti kisah dua generasi keluarga Amer yang gugur dalam perjuangan Palestina, yakni sang ayah pada Intifada Pertama dan Hamzah dalam perang Gaza yang berlangsung sejak akhir 2023.
Serial “Aqmar Ath-Thufan” sendiri terus diproduksi Al-Qassam sebagai dokumentasi perjalanan para komandan dan pejuangnya yang gugur selama konflik di Gaza.
Melalui serial tersebut, Al-Qassam menampilkan rekam jejak, aktivitas, serta pesan-pesan terakhir para pejuang yang wafat dalam pertempuran.