KH Marsudi Syuhud Sebut Kiai Ma'ruf Amin Ahli Mengeksekusi Pemikiran Jadi Kebijakan Nyata
JAKARTA, MUI Digital-- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud menilai KH Ma'ruf Amin sebagai sosok pemikir ulung (mufakkir) yang tidak hanya pandai merumuskan gagasan, tetapi juga mampu mengawal pemikirannya hingga melahirkan hasil dan aksi nyata (natā'ij) bagi kemaslahatan umat.
Penilaian tersebut disampaikan Kiai Marsudi usai menghadiri peluncuran buku "Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma'ruf Amin" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/8/2026) malam.
Kiai Marsudi menguraikan enam tingkatan proses bagaimana pemikiran Kiai Ma'ruf bertransformasi menjadi sebuah gerakan peradaban.
Proses itu dimulai dari Kiai Ma'ruf sebagai pembuat gagasan (ṣāni‘ul-afkār), yang kemudian memicu daya pikir publik (tafkīr), melahirkan fokus perhatian (tarkīz), hingga meresap menjadi keyakinan mendalam (iḥsās).
"Kalau sudah iḥsās (menjadi passion), orang mau melakukan (sulūk). Ketika semua sudah merasa ini tepat dan pas dengan situasi yang dibutuhkan, 'gangsing' itu akan berputar bersama-sama," ujar Kiai Marsudi mengibaratkan keterpaduan gerakan warganya.
Ia menegaskan bahwa muara dari perilaku pergerakan yang padu tersebut adalah lahirnya hasil-hasil konkret (natā'ij) yang menentukan arah dan kualitas hidup umat serta bangsa.
"As-sulūk tusabbibun-natā'ij. Kalau gangsingnya sudah berputar bersama, natā'ij (hasil) akan muncul. Dan natā'ij itulah yang menentukan realitas kehidupan kita. Kiai Ma'ruf Amin ini dari seorang mufakkir (pemikir) sampai berhasil menghasilkan natā'ij," tegasnya.
Menurut Kiai Marsudi, buku yang ditulis oleh Hj. Siti Haniatunnisa bersama H. Muhammad Zainal Arifin ini berhasil merekam secara utuh rekam jejak, kegiatan, serta gagasan mendasar Wakil Presiden ke-13 RI tersebut selama lebih dari lima dekade berkhidmat di Nahdlatul Ulama dan panggung nasional.
Acara peluncuran karya setebal lebih dari 600 halaman ini dihadiri oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar. Momen ini menjadi perhelatan krusial menjelang gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026 mendatang.