Ketua SC Munas XI: Pemilihan Pimpinan MUI Menggunakan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID--Ketua Steering Committee (SC) Musyawarah Nasional (Munas) XI MUI KH Masduki Baidlowi mengungkapkan pemilihan pimpinan MUI periode 2025-2030 kembali menggunakan sistem Ahlul Halli wal Aqdi.
Ketua MUI Bidang Infokom ini menjelaskan Ahlul Halli wal Aqdi kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia itu sistem formatur.
"Kami itu punya sistem pemilihan _Ahlul Halli wal Aqdi_. Kalau dalam Khulafaur Rosyidin itu memilih pemimpin itu adalah Ahlul Halli wal Aqdi atau kalau dalam bahasa Indonesia itu sistem formatur," kata Kiai Masduki di Jakarta, Senin (17/11/2025).
Juru Bicara Wakil Presiden ke-13 RI ini mengungkapkan akan ada 17 formatur untuk memilih pimpinan MUI periode 2025-2030 dalam Munas XI MUI yang akan berlangsung pada 20-23 November 2025 di Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta Utara.
Lebih lanjut, Kiai Masduki mengungkapkan 17 formatur itu terdiri dari pimpinan MUI demisioner, antara lain, mantan Wantim MUI, mantan Ketum MUI, mantan Sekjen MUI, dan mantan Bendahara Umum MUI.
"Kemudiaan juga ada lima perwakilan ormas. Yang sudah pasti itu NU dan Muhamadiyah. Lalu ada tiga dari ormas yang lain, ini sedang kita proses itu," sambungnya.
Selain itu, Kiai Masduki menerangkan akan ada perwakilan dari kampus dan pesantren serta tujuh perwakilan dari pengurus wilayah MUI.
"Sehingga semuanya itu kira-kira ada 17 orang. Mereka lah yang menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin. Dan kami, tradisi kami itu adalah tradisi musyawarah mufakat," tegasnya.
Kiai Masduki belum bisa membocorkan siapa saja yang menjadi calon Ketua Umum MUI. Namun, dia menuturkan bahwa dalam Munas XI MUI juga akan membahas sejumlah isu strategis. Di antaranya tentang kecerdasan buatan (AI), persoalan lingkunhan dan tambang.
(Sadam ed: Muhammad Fakhruddin)