Kenalkan Aplikasi 'Sikumbang', BP Tapera Siap Fasilitasi Para Guru Ngaji dan Dai Miliki Rumah
Lebak, MUI Digital— Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) terus mendorong digitalisasi untuk mempermudah akses kepemilikan rumah bagi masyarakat informal.
Melalui aplikasi Sistem Informasi Kumpulan Pengembang atau Sikumbang, BP Tapera kini memberikan kemudahan bagi para dai dan guru ngaji di Kabupaten Lebak untuk berburu dan memilih langsung hunian ideal berkonsep "rumah tumbuh".
Inovasi digital ini dikenalkan langsung dalam acara Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP BP Tapera Bagi Da'i dan Guru Ngaji yang digelar di SMK Mathla'ul Anwar Cibuah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Kamis (25/6/2026).
Plt Kepala Divisi Pemasaran Pembiayaan BP Tapera, Muhammad Abdul Ghoni, menjelaskan bahwa lewat aplikasi Sikumbang, calon debitur tidak perlu lagi mendatangi lokasi perumahan satu per satu secara manual.
Baca juga: Ketua IsDF MUI: Rumah Layak Kunci Tingkatkan Kualitas Pengabdian Dai dan Guru Ngaji
Melalui ponsel, para guru ngaji bisa melihat peta lokasi, site plan, hingga sisa stok unit rumah subsidi yang masih tersedia (available) secara real-time.
"Bapak dan Ibu yang ingin melihat perumahan bisa langsung memantau lewat Sikumbang. Kita bisa cek wilayah Banten, khususnya Kabupaten Lebak. Di sana ada banyak pilihan, seperti Perum Karyana City 16, Klaster Pajajaran di Rangkas Timur, atau Perumahan Raja Asri yang masih punya puluhan unit siap huni," ujar Abdul Ghoni.
Tidak hanya sekadar mencari lokasi, Abdul Ghoni juga memaparkan keunggulan rumah subsidi yang terdaftar di Sikumbang, salah satunya adalah konsep desain "rumah tumbuh". Konsep ini dinilai sangat cocok untuk keluarga berkembang, seperti para dai dan guru ngaji di daerah.
"Rumah contohnya bisa dilihat langsung di aplikasi. Posisinya kalau mau di pojok (hook) juga bisa. Yang bagus, ini adalah rumah tumbuh. Misalkan sekarang baru ada dua kamar, nanti kalau anak laki-laki dan perempuan sudah besar, bisa dibangun ruangan lagi di atas atau di belakang. Mau bikin ruangan khusus untuk shalat, zikir, atau bahkan rooftop juga sangat memungkinkan," jelasnya.
Baca juga: Ketua IsDF MUI: Dai dan Guru Ngaji Berhak Punya Rumah Sendiri, Bukan Menumpang
Kemudahan digital melalui Sikumbang ini semakin lengkap dengan adanya kebijakan baru dari pemerintah. Komite BP Tapera dan Menteri PKP telah menyetujui perpanjangan jangka waktu pembiayaan (tenor) KPR Sejahtera FLPP hingga 40 tahun dengan suku bunga tetap (fixed) 5 persen.
Dengan harga rumah subsidi di wilayah Banten berkisar di angka Rp185 juta, skema tenor panjang ini membuat cicilan bulanan yang harus dibayar oleh para guru ngaji menjadi sangat ringan dan tidak fluktuatif.
Baca juga: Antusiasme Ratusan Dai dan Guru Ikuti Sosialisi Rumah KPR IsDF MUI di Lebak
Untuk biaya administrasi FLPP dipatok Rp500 ribu, dengan uang muka (DP) yang fleksibel hasil kerja sama dengan Bank Syariah Nasional (BSN).
BP Tapera berharap, pengenalan aplikasi Sikumbang ini dapat mempercepat proses administratif pengajuan rumah.
Ke depan, hasil dari pengisian link peminatan oleh para dai dan guru ngaji akan langsung disinkronisasikan dengan data Sikumbang dan dikoordinasikan dengan pengembang (developer) setempat agar unit rumah bisa segera diserahterimakan kepada calon debitur yang lolos verifikasi.