Kegiatan Pamungkas Periode 2020-2025, KPRK MUI Gelar Desa Bebas Stunting di Bojonggede Bogor
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID--Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga (KPRK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Desa Bebas Stunting atau zero stunting dan pemberdayaan masyarakat di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini menjadi kegiatan pamungkas bagi pengurus KPRK MUI periode 2020-2025 sebelum pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) XI MUI pada 20-23 November 2025 di Hotel Mercure Ancol Jakarta Utara.
Ketua KPRK MUI Dr Siti Ma'rifah mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan terpadu dan terintegrasi yang bekerja sama dengan Rumah Zakat untuk menciptakan desa bebas stunting.
Dia mengungkapkan bahwa program ini telah KPRK MUI lakukan sejak 2020, sehingga sudah dilakukan selama 5 tahun secara berkesinambungan. Siti Ma'rifah menambahkan kegiatan ini juga sempat bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Istana Wakil Presiden.
Selain itu, bekerja sama dengan mitra KPRK MUI seperti Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Kegiatan aksi bebas stunting KPRK MUI pada 12 Febuari 2024 lalu sempat digelar di Istana Wakil Presiden. "Program ini diparipurnakan dalam aksi bersama program rintisan oleh Rumah Zakat di Desa Rawa Panjang, Bojonggede, Bogor ini. Kita hadirkan penerima manfaat desa bebas stunting ini dan pemberdayaan masyarakat," kata Siti Ma'rifah, Rabu (29/10/2025).
Siti Ma'rifah menjelaskan persoalan gizi tidak hanya difokuskan kepada anak, tetapi juga kepada ibu agar bisa menyiapkan makanan bergizi. Dalam kegiatan ini, sambungnya, akan ada demo masak bagi ibu untuk pengelolaan makanan bergizi yang sesuai standar kesehatan, halal dan thayyib.
Berdasarkan data dari Kepala Desa Rawa Panjang Bojonggede, kata dia, persoalan stunting sudah dapat diatasi meski masih ada yang masih perlu dioptimalisasi, khususnya bagi ibu dalam menyiapkan makanan bergizi.
"Program ini sudah berjalan, kita lihat dampaknya alhamdulillah sudah ada turun jumlah anak stunting. Target kita zero ya. Tentu program ini akan terus berkelanjutan. Meskipun periodisasi kami selesai, tetapi program ini berlanjut," tegasnya.
Puteri Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma'ruf Amin ini menegaskan program bebas stunting ini akan diikuti oleh pemberdayaan ekonomi untuk ketahanan keluarga. Dia mengungkapkan dalam kegiatan ini Rumah Zakat akan memberikan stimulan berupa penyiapan usaha kecil.
"Di dalam meningkatkan pendekatan masyarakat bebas stunting supaya mendukung penyiapan makanan bergizi dari hasil pemberdayaan ekonominya," kata Siti Ma'rifah.
Kegiatan yang digelar di SDIT Misbahussudur ini bernama Program Aksi Pendekatan Terpadu dengan mengangkat tema: Pencegahan Stunting, Pemberian Makan Bergizi Terstandar di Madrasah dan Pesantren, Serta Penguatan Ketahanan Keluarga."
Hadir dalam kegiatan ini antara lain Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh, Ketua PRK MUI Prof Amany Lubis dan seluruh pengurus KPRK MUI.
(Sadam ed: Muhammad Fakhruddin)