Jusuf Kalla Hingga Dudung Abdurrahman Hadiri Pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia 2026
Jakarta, MUI Digital--Sejumlah tokoh nasional, utusan diplomatik negara sahabat, hingga pimpinan lembaga tinggi negara menghadiri pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026).
Pantauan MUI Digital di lokasi, tampak hadir Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurrahman, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, dan Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung.
Selain itu, hadir pula Kepala BRIN Prof Arief Satria, Ketua LPS Anggito Abimanyu, Wakil Ketua Badan Legislasi Nasional (Baleg) DPR RI Ahmad Doli Kurnia, Ketua Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah, serta Ketua Baznas Sodik Mudjahid. Dari jajaran ulama dan pimpinan MUI, terlihat Sekretaris Wantim MUI KH Zainut Tauhid Sa'adi, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, dan Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis.
Pembukaan ini juga dihormati dan dihadiri oleh jajaran Duta Besar negara sahabat, seperti Dubes Yaman Salem Ahmad Abdulrahman Balfakeeh, Dubes Arab Saudi Faisal Abdullah H Amodi, Dubes Iran Mohammad Boroujerdi, Dubes Palestina Abdulfattah A.K. Al-Sattari, Dubes Malaysia Dato Syed Mohammad Hasrin Tengku Hussin, hingga Dubes Qatar Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari.
Ketua Steering Committee (SC) KUII VIII, KH Marsudi Syuhud, menyampaikan bahwa perhelatan besar ini bertjuan untuk memperkuat elemen umat, menyamakan persepsi keagamaan, serta mengoordinasikan gerakan demi membangun umat, bangsa, dan negara.
"Kongres ini bertujuan memperkokoh seluruh umat Islam dalam agenda keumatan, kebangsaan, dan kenegaraan yang konstruktif namun tetap kritis, aplikatif, serta realistis. Kita ingin memperkuat persatuan bangsa di semua kalangan untuk mewujudkan bersama tujuan didirikannya NKRI," ujar Kiai Marsudi.
Baca juga: KUII VIII Jadi Forum MUI dan Ormas Islam Evaluasi Arah Pembangunan Nasional
Wakil Ketua Umum MUI ini menambahkan, KUII VIII meneguhkan peran elemen umat Islam dalam memajukan kesejahteraan, persatuan, serta mewujudkan tatanan dunia baru yang damai, demokratis, adil, dan makmur.
Secara khusus, forum ini dirancang untuk mewujudkan umat terbaik (khairu ummah) di berbagai lini strategis, mulai dari pendidikan, ekonomi, media, cyber, politik, hukum, pertahanan, hingga geopolitik global.
Lebih lanjut, Kiai Marsudi menegaskan bahwa kongres ini membahas dan merumuskan langkah strategis untuk mengoptimalisasi peran umat Islam Indonesia sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek.
Menurut dia, tatanan dunia baru diharapkan dapat menjadi pedoman bagi semua unsur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. "Kami merumuskan rekomendasi strategis agenda optimalisasi organisasi dalam arti luas untuk menunaikan amanat konstitusional sesuai Pancasila dan UUD 1945 secara demokratis serta menjunjung tinggi HAM demi kemajuan negara di masa depan," jelasnya.
Seluruh isu strategis tersebut dibahas melalui serangkaian sidang pleno dan komisi. Sebagai bahan masukan, draf pembahasan telah dimatangkan sebelumnya melalui berbagai diskusi, seminar, hingga Ijtima para ulama, aktivis, dan unsur pemerintah pada rangkaian acara pra-kongres.
Mengusung tema besar "Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat", Kongres Umat Islam Indonesia VIII ini dijadwalkan berlangsung pada 24–26 Juli 2026.