Jelang Kedatangan Kloter Pertama di Madinah, Ini Pesan Ketua MUI Bidang Fatwa Prof Ni'am untuk Jamaah Haji
Sadam Al Ghifari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital-Kloter pertama jamaah haji Indonesia dijadwalkan akan tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, Arab Saudi, (22/4/2026) pukul 06.50 Waktu Arab Saudi (WAS).
Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh, menyampaikan selamat menempuh perjalanan ibadah haji kepada seluruh jamaah haji, khususnya yang berasal dari Indonesia.
"Mudah-mudahan diberikan kelancaran perjalanannya hingga sampai ke Tanah Suci, diberikan kemampuan menjalankan aktivitas ibadah," kata ulama yang akrab disapa Prof Ni'am kepada MUI Digital, Rabu (22/4/2026) di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat.
Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta ini memberikan pesan kepada seluruh jamaah haji untuk memenuhi dan mematuhi berbagai peraturan perundang-undangan, baik saat berada di Indonesia maupun di Arab Saudi.
Prof Ni'am juga berpesan agar jamaah haji dapat menjaga kesehatan agar pada saat puncak pelaksanaan ibadah haji dapat terlaksana dengan kondisi sempurna, baik ibadah fisiknya, rohaninya dan quliyahnya.
Baca juga: Lafaz Bacaan Talbiyah Sesuai yang Diajarkan Nabi
Prof Ni'am mengungkapkan, kloter pertama jamaah haji akan tinggal di Tanah Suci hingga puncak ibadah haji dengan waktu yang cukup lama. Saat berada di Madinah, ia mengimbau kepada jamaah agar fokus melaksanakan ibadah.
"Melakukan refleksi atas kehidupan Nabi Muhammad SAW serta sahabat agar kita dapat meneladani kehidupan beliau dalam keseharian, baik sebagai individu, anggota keluarga, maupun anggota masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," paparnya.
Baca juga: Musim Haji 2026 Mulai: Pemeliharaan Ka’bah Rampung, Jamaah Haji Perdana Tiba di Jeddah
Kemudiaan, Prof Ni'am menyampaikan pesan kepada jamaah untuk memperkaya wawasan dengan membaca literatur seputar Madinah dan tempat-tempat bersejarah, serta melakukan refleksi sejarah untuk dijadikan ibrah (pelajaran).
"Misalnya saat ziarah ke Masjid Quba, Masjid Qiblatain, ke Jabal Uhud, ke Makam Baqi, dan tentu ke Makam Rasulullah SAW serta para sahabat," tegasnya.
Prof Ni'am juga berpesan kepada jamaah haji untuk bermunajat di tempat-tempat mustajab, khususnya di Raudhah. Prof Ni'am mengajak jamaah haji untuk mendoakan bangsa Indonesia agar dijadikan bangsa yang aman, damai dan sejahtera.
"Pemimpinnya diberikan ma'unah oleh Allah SWT dan diberikan petunjuk dan kekuatan untuk memimpin dengan adil untuk mewujudkan masyarakat yang mutamaddin," ungkapnya.
Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah, Depok, Jawa Barat ini berpesan agar jamaah haji memiliki pemahaman untuk menjaga kondisi fisik.
Prof Ni'am mengingatkan kepada jamaah haji agar tidak memaksakan diri menjalankan berbagai aktivitas sunnah di tengah kondisi cuaca yang mungkin belum familiar.
"Kemudiaan kondisi fisik yang kadang juga memiliki keterbatasan karena suasana senang di tempat yang baru, sehingga terlena. Akhirnya pada saat harian kondisi fisik sudah terkuras. Ini penting untuk dipahami kepada seluruh jamaah haji," sambungnya.
Baca juga: Talbiyah dalam Haji dan Umroh, Apa Hukum Membacanya?
Lebih lanjut, Ketua Majelis Alumni IPNU berpesan kepada calon jamaah haji untuk terus mendalami ilmu keagamaan, khususnya mengenai fikih haji.
Dia menerangkan, ibadah haji adalah ibadah mahdhah yang mengharuskan adanya kepatuhan terhadap syarat dan rukun. Dengan begitu, jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan benar secara syar'i dan memperoleh haji yang mabrur.
Prof Ni'am menjelaskan, jamaah haji bisa mendalami ilmu keagamaan dengan membaca buku-buku manasik dan konsultasi kepada pembimbing haji.
"Kemudiaan mengikuti aturan main, baik aturan main keagamaan maupun aturan main yang ditetapkan oleh pemerintah, baik pemerintah Indonesia, dalam hal ini adalah para petugas haji PPIH, maupun aturan di pemerintah Arab Saudi," tegasnya.