Lewati ke konten utama
Senin, 5 Oktober 2026 / 23 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
Masjid Al-Nabawi in sunrise - Photo by Sulthan Auliya on Unsplash
Masjid Nabawi Madinah - Photo by Sulthan Auliya on Unsplash
Berita

Houthi Bantah Tuduhan Arab Saudi soal Serang Fasilitas Listrik yang Pasok Masjid Nabawi

Houthi Bantah Tuduhan Arab Saudi soal Serang Fasilitas Listrik yang Pasok Masjid Nabawi

/ 23 Rabiul Akhir 1448 H 2 menit baca 101 dibaca

Jakarta, MUI Digital — Kelompok Houthi membantah tuduhan Arab Saudi bahwa mereka menyerang fasilitas sipil di Madinah yang memasok listrik ke Masjid Nabawi.

Bantahan tersebut disampaikan setelah koalisi pimpinan Saudi menyatakan sebuah drone menghantam Stasiun Distribusi Listrik Taibah di kota suci tersebut.

Koalisi pimpinan Saudi menyebut, serangan terjadi pada Selasa (29/9/2026) pagi dan menyebabkan satu transformator tidak beroperasi.

Meski demikian, menurut pihak Saudi, insiden tersebut tidak berdampak pada jaringan listrik secara lebih luas. Fasilitas yang menjadi sasaran disebut memasok listrik ke Masjid Nabawi.

Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, menuding kelompok Houthi berada di balik serangan tersebut. 

Ia mengatakan, kesimpulan itu didasarkan pada hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap puing-puing drone yang digunakan.

“Investigasi dan bukti yang dikumpulkan oleh pihak berwenang telah mengonfirmasi keterlibatan milisi Houthi dalam merencanakan dan melaksanakan aksi teroris pengecut ini, berdasarkan tinjauan pasca-aksi dan puing-puing pesawat tak berawak yang digunakan,” kata al-Maliki dalam sebuah laporan EuroNews, dikutip Senin (5/10/2026). 

Al-Maliki pun menyebut, serangan terhadap fasilitas yang memasok listrik bagi Masjid Nabawi merupaka upaya untuk menargetkan apa yang disebutnya Dua Masjid Suci, yakni Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

“Aksi teroris pengecut ini, yang menargetkan fasilitas sipil yang menyediakan listrik untuk Masjid Nabi di Madinah, merupakan kelanjutan dari upaya milisi ekstremis untuk menargetkan Dua Masjid Suci,” ujarnya.

Tuduhan tersebut langsung dibantah pihak Houthi. Seorang pejabat senior kelompok tersebut menyatakan, Houthi tidak pernah menargetkan situs-situs suci Islam. Bantahan itu disampaikan melalui kantor berita Saba yang dikelola Houthi.

Houthi sebelumnya juga membantah tuduhan Riyadh pada pertengahan September mengenai serangan drone yang disebut menargetkan Makkah. 

Kelompok tersebut menyatakan operasi militernya diarahkan kepada fasilitas minyak dan pangkalan militer, bukan tempat-tempat suci.

“Operasi kami menargetkan fasilitas minyak dan pangkalan militernya, yang letaknya jauh dari situs-situs suci,” kata juru bicara militer Houthi, Yahya Saree.

Saree juga menolak tuduhan Saudi dengan menyebutnya sebagai bagian dari narasi yang menurut pihaknya sengaja dibangun untuk menuduh Houthi.

“Rekayasa dan kebohongan yang disebarkan oleh rezim kriminal al-Saud tidak dapat menipu siapa pun,” ujarnya.

BAGIKAN: