Gerak Cepat MUI Bantu Korban Bencana Sumatera, Distribusi Logistik Dimulai Hari Ini
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI Digital -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi memulai tahap pendistribusian bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Sumatera.
Wasekjen MUI Bidang Penanggulangan Bencana, Kiai Mabroer, MS mengatakan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian umat dan komitmen MUI dalam membantu pemulihan masyarakat yang terdampak musibah.
“Hari ini kita sudah mulai mendistribusikan bantuan kepada korban bencana alam di Sumatera, yakni mengirimkan beras ke Sumatera Barat. Insyaallah, minggu depan juga ada kebutuhan lain seperti sembako, dan beberapa kebutuhan masyarakat yang akan kita kirim. Sekitar 2.000 dus akan kita kirim dari Jakarta, tanggal 4 Desember mendatang,” ungkap Kiai Mabroer, Selasa (02/12/25) di Kantor MUI Pusat, Jakarta.
Tidak hanya itu, dia menjelaskan bahwa MUI membuka kerjasama dengan berbagai pihak untuk menghimpun dan menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam. Kiai Mabroer juga mengatakan bahwa MUI telah mengemban amanah dari beberapa pihak untuk mendistribusikan bantuan yang telah dihimpun.
“Open donasi itu hanya faktor kecil di kita. Yang jelas, MUI itu menerima partnership dari banyak pihak, baik swasta maupun negara. BUMN juga ada yang menaruh kepercayaan kepada kita untuk kita salurkan,” tuturnya menjelaskan.
“Hanya saja sekarang belum bisa kita buka secara detail karena memang harus dirapikan dulu administrasinya. Tapi insyaallah sudah banyak yang berkomitmen. Banyak BUMN, perusahaan swasta, perorangan, juga sudah ada komitmen sama kita. Ya, alhamdulillah, MUI dipercaya oleh masyarakat untuk ikut menyalurkan,” tambahnya.
Mengingat banyaknya pihak yang antusias untuk menyalurkan bantuannya melalui MUI, Kiai Mabroer juga menegaskan bahwa MUI akan melakukan proses administrasi secara detail dan rapi. Karena menurutnya proses administrasi dalam penyaluran bantuan ini merupakan salah satu hal yang sangat riskan.
“Jadi memang kita harus hati-hati betul agar supaya MUI ini tidak terjebak dengan hal-hal yang sifatnya teknis seperti kesalahan administrasi. Oleh karena itu kita tertibkan administrasinya, kita tertibkan proses penyalurannya, dan kita tertibkan proses pertanggung jawaban,” kata Kiai Mabroer dengan tegas.
(Dea Oktaviana/Azhar)