Gencatan Senjata Iran-AS, MUI: Momentum Hentikan Agresi di Gaza hingga Lebanon
Sadam Al Ghifari
Penulis
Azharun N
Editor
JAKARTA, MUI Digital– Kesepakatan adanya gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat dinilai Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai momentum untuk menghentikan agresi militer di Gaza, Tepi Barat dan Lebanon.
Hal ini disampaikan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim saat berbincang dengan MUI Digital, di Jakarta, Jumat Kamis (9/4/2026).
"Gencatan senjata ini harus menjadi momentum untuk mendorong penghentian seluruh bentuk agresi dan kekerasan di wilayah lain, khususnya yang dilakukan Israel di Gaza, Tepi Barat dan Lebanon," kata Prof Sudarnoto.
Baca juga: Angkatan Bersenjata Iran Deklarasikan Kemenangan, Tegaskan Persatuan Rakyat
Prof Sudarnoto menambahkan, upaya perdamaian di satu sisi berjalan, sementara penindasan dan kekerasan terus berlangsung di sisi lain adalah hal yang tidak bisa diteirma.
"Amerika Serikat wajib menunjukkan keberanian politik dan tanggung jawab moralnya untuk menekan Israel agar menghentikan seluruh agresi," tegasnya.
Prof Sudarnoto menekankan, perdamaian global hanya dapat terwujud jika prinsip keadilan ditegakkan secara konsisten tanpa standard ganda.
Baca juga: MUI Sambut Baik Gencatan Senjata Amerika Serikat dan Iran, Puji Peran Pakistan
Meski begitu, MUI menyambut baik prakarsa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan.
MUI juga menyampaikan pujian kepada pemerintah Pakistan yang telah membuat keputusan yang sangat penting untuk deeskalasi. Upaya itu juga untuk mewujudkan ketenangan sosial dan politik serta pemulihan atau stabilitas ekonomi global.
Prof Noto menilai, langkah ini merupakan perkembangan penting dalam meredakan ketegangan geopolitik yang selama ini berpotensi mengganggu keamanan dan stabilitas global.
Dari sisi politik dan ekonomi internasional, de-eskalasi ini tidak hanya menurunkan risiko konflik terbuka, tetapi juga membuka ruang bagi pemulihan kepercayaan pasar, stabilitas energi, serta penguatan kerja sama multilateral.
"Gencatan senjata ini upaya menghadirkan maslahat global yang lebih luas bagi umat manusia," ujarnya.
Dia menambahkan, terkait tuntutan yang diajukan Iran kepada Amerika mencerminkan simbol kedaulatan, jaminan keamanan nasional, penghormatan terhadap hukum internasional, serta penghentian tekanan sepihak dalam bentuk sanksi maupun ancaman militer.
"Iran juga menekankan pentingnya pengakuan atas hak-haknya dalam pengembangan teknologi, non-intervensi terhadap urusan domestik, serta komitmen yang jelas dan terukur dari pihak Amerika dalam menjaga kesepakatan," sambungnya.
Baca juga: Di Hadapan Dubes Iran, Buya Amirsyah Desak AS-Israel Hentikan Kezaliman
Dia menambahkan, tuntutan tersebut mencerminkan posisi Iran yang semakin menguat.
‘Sehingga bisa dimengerti jika ada yang berpandangan bahwa ini adalah sebagai bentuk 'kemenangan' Iran,” ungkapnya.
Ketua MUI menilai, hal ini adalah kemenangan proporsional, bukan sebagai bentuk dominasi sepihak, melainkan sebagai keberhasilan diplomasi dalam mempertahankan prinsip kedaulatan dan martabat bangsa melalui jalur damai.
"Saya juga ingin menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah Iran yang juga telah melakukan langkah diplomatik yang sangat penting dan sungguh-sungguh," sambungnya.
Menurutnya, kesediaan Iran ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi banyak negara terutama negara-negara Muslim untuk harus bersungguh-sungguh dan istiqomah dalam menghadapi kezaliman besar duet Israel-Amerika baik melalui kontak senjata maupun diplomasi.