Forum Perempuan Deklarasikan Komitmen Perkuat Dukungan untuk Palestina
Forum Perempuan Deklarasikan Komitmen Perkuat Dukungan untuk Palestina
Jakarta, MUI Digital – Forum Perempuan, Iman dan Kebebasan untuk Palestina menegaskan komitmen perempuan Indonesia untuk terus memperjuangkan kemanusiaan, keadilan, dan kemerdekaan Palestina.
Komitmen tersebut dituangkan dalam deklarasi bertajuk Dari Ibu Indonesia untuk Ibu Palestina: Lukamu Berdenyut di Jantung Kami, deklarasi tersebut si bacakan seusai forum oleh para jajaran Ibu dari berbagai Ormas dan Lembaga di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Dalam deklarasi tersebut, para perempuan yang tergabung dalam forum menegaskan bahwa solidaritas terhadap Palestina merupakan panggilan iman, tanggung jawab kemanusiaan, dan komitmen terhadap keadilan global.
Deklarasi itu juga menyatakan solidaritas kepada perempuan Palestina yang masih menghadapi genosida, serta menyerukan perluasan akses bantuan kemanusiaan bagi masyarakat sipil, khususnya perempuan dan anak-anak.
“Kami para Ibu Indonesia menyatakan solidaritas terhadap Ibu Palestina yang masih menghadapi Genosida sampai saat ini. Kami menyerukan perlindungan atas perempuan dan anak, serta warga sipil. Kami menuntut dibukanya akses bantuan kemanusiaan seluasnya,” demikian bunyi deklarasi tersebut.
Deklarasi yang diselenggarakan Islamic Dakwah Fund (IsDF) MUI bekerja sama dengan Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (KPRK) MUI itu juga memuat komitmen untuk memperkuat pendidikan generasi muda, mendorong media menyampaikan narasi kemanusiaan yang akurat dan beretika, serta membangun jejaring organisasi perempuan dan solidaritas global yang berkelanjutan.
Ketua IsDF-MUI, Trisna Ningsih Yuliati, mengatakan rekomendasi yang dihasilkan dalam forum tersebut akan ditindaklanjuti agar gerakan solidaritas terhadap Palestina tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
“Yang pasti kita akan tindak lanjuti rekomendasi tersebut, sehingga kegiatan ini akan terus berkelanjutan, tidak hanya sampai di sini,” ujarnya saat diwawancarai seusai kegiatan.
Sebagai langkah awal, Trisna menyampaikan rencana untuk melibatkan organisasi perempuan lintas iman dalam gerakan solidaritas bagi Palestina.
Menurutnya, persoalan Palestina tidak hanya menyangkut agama, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab bersama.
“Insya Allah langkah pertama kita adalah kita akan mengundang teman-teman organisasi perempuan lintas iman, teman-teman dari Katolik, dari Protestan, dari Hindu, kita akan sama-sama ada di sini untuk mencintai Palestina, karena ini adalah masalah kemanusiaan, bukan hanya masalah agama,” katanya.
Dia juga menekankan pentingnya menjaga perhatian masyarakat Indonesia terhadap kondisi Palestina, terutama nasib perempuan dan anak-anak, agar isu tersebut tidak tersisih oleh berbagai persoalan lain.
“Harapan kami pastinya terus mengingatkan saudara-saudara kita yang ada di Indonesia, bahwa inilah kondisi Palestina yang sebenarnya. Jangan sampai hilang karena ada isu-isu yang lain, kasus Palestina ini akan terus kita bantu, kita support, terutama untuk perempuan-perempuan dan anak-anak di Palestina,” tuturnya.
Dalam deklarasi tersebut, para peserta turut menyerukan penguatan persaudaraan kemanusiaan serta penolakan terhadap dehumanisasi, diskriminasi, dan ketidakadilan.
Solidaritas, menurut deklarasi itu, bukan sekadar narasi, melainkan keberanian untuk mengambil tindakan nyata.
Trisna menegaskan bahwa perjuangan untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina harus menjadi tanggung jawab bersama.
“Jadi berharapnya ini adalah menjadi tanggung jawab kita semua, bahwa kemerdekaan Palestina itu hal yang wajib kita perjuangkan,” kata dia.
Melalui deklarasi dan tindak lanjut rekomendasi forum, IsDF-MUI dan KPRK MUI mendorong penguatan kolaborasi lintas iman serta aksi kemanusiaan yang berkelanjutan untuk mendukung perempuan, anak-anak, dan masyarakat Palestina dalam memperjuangkan keadilan dan kemerdekaan.