Drone Emprit: Isu Keumatan Butuh Respons Cepat MUI Agar Tidak Jadi Bola Liar
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID--Analis Drone Emprit Rizal Nova Mujahid menyarankan isu penting yang menyangkut umat perlu direspons cepat oleh MUI sebagai panduan moral dan etik.
"Pada isu yang sangat penting, ini menyangkut maslahat umat, MUI saya kira (perlu) merespons dengan cepat," kata Nova, Rabu (5/11/2025) di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat.
Menurut Nova, kalau isu tersebut tidak cepat ditanggapi oleh MUI biasanya akan menjadi bola liar yang menggelinding kemana-mana. Hal itu disebabkan umat tidak memiliki panduan moral, etik maupun lainnya.
"MUI kita nilai salah satu penjaga etik dan moral bangsa. Repons cepat MUI penting. Untuk merepons itu MUI harus bisa melakukan monitoring, analisa isu-isu yang sedang berkembang, responsnya bisa lebih cepat," tegasnya.
Dia menyarankan agar MUI ingin lebih dekat dengan publik. MUI perlu memiliki tim khusus untuk melakukan monitoring dan analis terhadap isu-isu yang sedang berkembang.
Nova menerangkan hasil monitoring dan analisa dari tim bisa diberikan kepada pimpinan untuk diputuskan apakah isu tersebut perlu ditanggapi atau tidak.
Lebih lanjut, dia mengusulkan agar MUI menonjolkan tokoh bukan institusi sebagai respons isu keagamaan di media sosial.
Pakar Analis Drone Emprit menjelaskan hal ini tidak terlepas dari kondisi di media sosial berdasarkan trend pencarian tentang isu berbasis keagamaan.
Nova mengungkapkan trend pencarian tentang isu berbasis keagamaan biasanya yang dicari atau dirujuk adalah seorang tokoh, bukan organisasi.
"Sehingga ini memang menjadi konsen, harus diperbaiki. Tetapi karena trendnya masih seperti itu, saya kira untuk quick winsnya ada baiknya dipertimbangkan untuk mengangkat satu tokoh yang dijadikan representasi dari MUI," kata Nova.
Kehadiran Nova di Kantor MUI untuk menjadi narasumber dalam Forum Group Discussion (FGD) Ketahanan Digital yang digelar oleh Komisi Infokom MUI bersama Komisi E (Khusus) Munas XI MUI.
Nova menegaskan langkah ini dilakukan sebagai quick wins di tengah kondisi media sosial yang trendnya merujuk pada tokoh, bukan organisasi. Nova menekankan bahwa persoalan ini bisa diperbaiki, meski memerlukan waktu yang panjang.
"Menjadikan MUI sebagai rujukan bukan dilakukan kerja satu atau dua tahun. Tapi kerja bertahun-tahun. Sehingga tentu saja MUI akan menjadi rujukan," sambungnya.
Meski begitu, Drone Emprit tetap menyarankan MUI untuk lebih menonjolkan tokoh dibanding institusi sebagaimana kondisi di media sosial sekarang ini.
"Saya sih berharap berubah. Meskipun bukan hanya dari MUI saja. Pada isu lain misalnya politik, ekonomi dan sosial, orang akan melihat siapa tokohnya," ungkapnya.
Nova mencontohkan, Rains Entertaiment, orang akan merujuk pada pemiliknya yakni Raffi Ahmad. Dia menegaskan trend tersebut masih sangat tinggi untuk kondisi sekarang ini.
Analis Drone Emprit itu tidak bisa menjawab dan memprediksi kapan akan berakhirnya trend tersebut, sehingga rujukan masyarakat terhadap tokoh, akan berubah ke organisasi.
"Tapi biasanya media sosial itu punya batas kelelahan. Jadi setelah lelah, sudah sampai waktunya dia berbalik. Dia akan beralih dari tokoh ke institusi. Semoga seperti itu," tegasnya.
Hadir sebagai narasumber dalam FGD ini Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis, Ketua MUI Bidang Infokom KH Masduki Baidlowi, dan Kasubdit 2 Ditressiber Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Fajar.
Hadir dalam FGD ini antara lain Wasekjen MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Arif Fahruddin, Ketua Komisi Infokom MUI KH Mabroer MS, Wakil Ketua Komisi Infokom MUI Idy Mujayyad, dan Sekretaris Komisi Infokom MUI Iroh Siti Zahroh.
(Sadam/Azhar)