Di Standardisasi Dai, Sekjen MUI Ingatkan Upaya Mitigatif Ketergantungan Terhadap AI
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID— Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan mengingatkan pentingnya para dai melakukan dakwah khusus dikalangan milenial untuk mencegah ketergantungan terhadap Artificial Intelligence (AI).
Hal ini dia sampaikan saat membuka secara langsung Standardisasi Dai Angkatan ke-45 Komisi Dakwah MUI. Standardisasi Dai Angkatan ke-45 ini menjadi gelombang terakhir Standardisasi Dai yang sejak awal digelar oleh kepengurusan Komisi Dakwah MUI periode 2020-2025.
Buya Amirsyah menyebut angkatan ke-45 ini sebagai angkatan yang istimewa. Buya Amirsyah berharap angkatan istimewa ini bisa memberikan motivasi kepada para dai, khususnya melakukan dakwah dikalangan milenial.
"Karena kita semua merasa memiliki tanggung jawab keagamaan untuk menyelamatkan generasi muda kita dari ketergantungan terhadap gadget termasuk AI," kata Buya Amirsyah di BSI Tower, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (27/10/2025).
Buya Amirsyah mengingatkan kehadiran teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat untuk melakukan akselerasi percepatan dakwah. Namun, Buya Amirsyah juga mengingatkan jangan sampai teknologi membuat dakwah terdegradasi.
"Yaitu dengan nilai-nilai destruktif. Misalnya ketergantungan kepada media sehingga membuat kita seperti robot yaitu dikendalikan oleh media. Para dai harus mampu mengembangkan dirinya untuk melakukan dakwah, sehingga dakwahnya efektif," ujarnya.
Buya Amirsyah menjelaskan dakwah yang efektif adalah dakwah yang responsif, dakwah yang inovatif dan solutif yang dapat memberikan solusi terhadap masalah yang dihadap masyarakat, terutama generasi milenial.
Buya Amisrah berharap generasi milenial dapat menjadi generasi yang kuat dan tangguh, bukan generasi lembek yang tidak tahan banting. Selain itu, generasi milenial diharapkan menjadi generasi cerdas, bersemangat, dan berintegritas.
Sebagai angkatan terakhir standardisasi dai di kepengurusan Komisi Dakwah 2020-2025, Sekjen MUI mengingatkan dai terkait AI yang sudah menjadi kebutuhan semua masyarakat.
Buya Amirsyah menambahkan kebutuhan masyarakat terhadap AI juga digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan keagamaan. Oleh karena itu dia mengimbau kepada seluruh dai untuk memahami dan menguasai AI.
"Dakwahkan kepada masyarakat agar dalam hal keagamaan tidak bergantung kepada AI dan jangan jadikan AI sebagai alat untuk menjawab semua pertanyaan yang dipertantakan oleh masyarakat," ungkapnya.
Buya Amirsyah mengingatkan bahwa jawaban AI merupakan jawaban rangkuman mesin pencari cerdas, sehingga terkadang tidak sesuai dengan ajaran agama atau tidak tepat dengan fikih, akidah maupun pandangan ulama yang memiliki ilmu dan kemampuan yang sudah memadai.
"Sehingga kami berurusan jangan sampai mereka melakukan hal-hal yang nantinya kemudiaan dakwahnya kurang efektif karena tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan adanya AI ini bisa menjadi perhatian kepada dai," kata Buya Amirsyah. (Junaidi/Sadam, ed: Muhammad Fakhruddin)