Lewati ke konten utama
Minggu, 9 Agustus 2026 / 25 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Dari Reputasi Menjadi Kepercayaan, LPPOM Raih Indonesia Public Relations Awards 2026

4 menit baca 53 dibaca
Penghargaan LPPOM
Founder & CEO The Iconomics, Bram S Putro dan Director of Brand, Reseach & Strategy The Iconomics, Alex Mulya menyerahkan penghargaan kepada Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, pada 6 Agustus 2026 lalu, di Gedung Sapta Pesona, Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata RI, Jakarta. Foto: Istimewa
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital-Reputasi dibangun dari konsistensi dan kepercayaan. Atas komitmen tersebut, LPPOM meraih Indonesia Public Relations Awards 2026 kategori Corporate Reputation. Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus amanah untuk terus menjaga kepercayaan publik.

Reputasi tidak dibangun dalam semalam. Ia tumbuh dari akumulasi pengalaman, konsistensi, kualitas layanan, serta kepercayaan yang diberikan publik. 

Bagi LPPOM, perjalanan panjang dalam membangun kredibilitas tersebut mendapat apresiasi melalui Indonesia Public Relations Awards (IPRA) 2026 kategori Corporate Reputation untuk sektor Non-Governmental Organization (NGO).

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Founder & CEO The Iconomics, Bram S  Putro dan Director of Brand, Reseach & Strategy The Iconomics, Alex Mulya kepada Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, pada 6 Agustus 2026  lalu, di Gedung Sapta Pesona, Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata RI, Jakarta. 

Penghargaan ini diberikan oleh The Iconomics Media dengan dukungan Axia Research dalam rangkaian 7th Indonesia Public Relations Awards 2026.

Baca juga: LPPOM Sebut Kolesom Jumbo Masuk Kategori Khamr, Najis dan Haram Dikonsumsi

Bagi LPPOM, penghargaan ini memiliki makna lebih dari sekadar sebuah pencapaian. Penghargaan tersebut menjadi cerminan atas reputasi yang dibangun melalui perjalanan panjang organisasi, mulai dari kualitas layanan hingga kontribusi LPPOM dalam memperkuat ekosistem halal Indonesia.

Director of Brand, Reseach & Strategy The Iconomics, Alex Mulya, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (8/9/2026), mengatakan penghargaan untuk kategori Corporate Reputation diberikan berdasarkan hasil riset online yang melibatkan ribuan responden.

"Penilaian reputasi dilakukan melalui tiga parameter utama, yaitu Business & Commercial Reputation, People & Leadership Reputation, serta Social & Citizenship Reputation,” kata dia.  

Pendekatan tersebut memberikan makna tersendiri. Hal ini karena reputasi tidak hanya ditentukan oleh bagaimana sebuah organisasi ingin dikenal, tetapi juga oleh bagaimana publik melihat, menilai, dan merasakan langsung keberadaan organisasi tersebut.

Baca juga: LPPOM Bagikan Pengalaman Pengujian Porcine pada European Halal Congress 2026 di Bosnia

Bagi LPPOM, persepsi tersebut dibangun melalui berbagai pengalaman publik dalam berinteraksi dengan lembaga. Mulai dari profesionalisme dalam menjalankan pemeriksaan halal, kompetensi sumber daya manusia, kualitas layanan, kontribusi terhadap penguatan ekosistem halal, hingga komunikasi dan edukasi yang dihadirkan untuk masyarakat.

Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan apresiasi sekaligus pengingat bagi LPPOM untuk terus menjaga kepercayaan publik.

“Kami bersyukur dan mengapresiasi penghargaan Indonesia Public Relations Awards 2026 in," tutur Muti. 

Dia menyebut keberhasilan LPPOM meraih kategori Corporate Reputation bukan hanya tentang pencapaian komunikasi, melainkan juga menjadi refleksi atas kepercayaan publik yang dibangun melalui perjalanan panjang, konsistensi layanan, kompetensi, dan kontribusi LPPOM dalam ekosistem halal.

Menurut Muti, reputasi pada akhirnya merupakan cerminan dari apa yang dilakukan organisasi secara konsisten. Karena itu, komunikasi yang baik perlu berjalan seiring dengan kinerja dan pengalaman positif yang dirasakan publik.

“Reputasi tidak cukup dibangun melalui narasi yang baik," ujar dia. 

Dia menekankan, narasi harus didukung oleh apa yang benar-benar dilakukan dan dirasakan oleh publik. Karena itu, penghargaan ini menjadi motivasi bagi LPPOM untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat komunikasi yang transparan dan edukatif, serta menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Baca juga: Viral Croissant ‘Berambut’ Mirip Bulu Kemaluan, Ketua MUI Prof Ni'am: Tak Bisa Disertifikasi Halal

Di tengah lanskap komunikasi yang terus berubah, reputasi menjadi aset penting bagi sebuah organisasi. Publik tidak lagi hanya menilai apa yang disampaikan melalui media atau kanal komunikasi resmi, tetapi juga melihat bagaimana organisasi bekerja, memberikan layanan, merespons kebutuhan, dan menghadirkan manfaat.

Bagi LPPOM, hal tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang. Sebagai lembaga pemeriksa halal, kepercayaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari layanan yang diberikan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Karena itu, komunikasi bagi LPPOM tidak berhenti pada aktivitas menyampaikan informasi, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman, memperkuat transparansi, serta memastikan publik memahami peran dan kontribusi LPPOM dalam ekosistem halal Indonesia.

Muti menegaskan bahwa membangun reputasi bukan hanya menjadi tanggung jawab fungsi komunikasi, melainkan hasil dari kerja seluruh insan LPPOM. 

Dia mengatakan setiap insan LPPOM memiliki peran dalam membangun reputasi lembaga. Reputasi bukan hanya tanggung jawab fungsi komunikasi, tetapi merupakan akumulasi dari seluruh pengalaman publik ketika berinteraksi dengan LPPOM.

"Mulai dari layanan, kompetensi, integritas, hingga bagaimana kita hadir dan memberikan solusi. Semuanya berkontribusi terhadap kepercayaan,” kata dia menjelaskan. 

Capaian ini menjadi momentum bagi LPPOM untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sekaligus menatap langkah ke depan. Apresiasi ini menjadi energi untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan membangun komunikasi yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Pihaknya berharap penghargaan ini tidak membuat kami berhenti pada sebuah pencapaian, tetapi justru menjadi pengingat untuk terus menjaga amanah publik.

Ke depan, LPPOM akan terus berupaya menjadi lembaga yang profesional, kredibel, adaptif, dan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekosistem halal Indonesia.

Pada akhirnya, penghargaan ini menjadi satu catatan penting dalam perjalanan LPPOM membangun reputasi lembaga. Sebab, reputasi bukan sekadar tentang bagaimana sebuah lembaga dikenal, tetapi tentang bagaimana keberadaannya dirasakan dan dipercaya oleh publik. (Yuanita)