Jamaah Indonesia Ditangkap Karena Rekam Perempuan Tanpa Izin, Prof Niam Ingatkan Bijak Bermedsos
Sadam Al Ghifari
Penulis
Azharun N
Editor
Madinah, MUI Digital-- Seorang jemaah haji asal Indonesia dilaporkan sempat diamankan oleh aparat keamanan Arab Saudi setelah kedapatan merekam video seorang perempuan di area publik tanpa izin.
Menanggapi kejadian tersebut, Musyrif Diny Prof KH Asrorun Niam Sholeh mengimbau kepada seluruh jamaah haji untuk mengambil pelajaran agar kejadian tersebut tidak terulang.
Ketua MUI Bidang Fatwa ini menekankan kepada jamaah haji mengenai pentingnya bijak dalam bermuamalah melalui media digital.
Prof Niam, sapaan akrabnya, menegaskan kejadian ini harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh jamaah haji.
"Antusiasme mendokumentasikan momentum ibadah haji tidak boleh menabrak etika, apalagi regulasi hukum di Arab Saudi. Menghormati privasi orang lain, terutama tidak merekam perempuan tanpa izin, adalah bagian dari kematangan kita dalam bermuamalah di era digital," kata Prof Niam kepada MUI Digital, Jumat (15/5/2026).
Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta ini mengingatkan jangan sampai niat ibadah jamaah justru terganggu karena kecerobohan, bahkan bisa berdampak pada proses hukum dan mencoreng nama baik Indonesia.
"Merekam orang lain tanpa persetujuan, selain melanggar hukum di Arab Saudi, juga mencederai kehormatan sesama. Saya mengimbau seluruh jamaah untuk lebih menahan diri, fokus pada inti ibadah, dan selalu ingat bahwa setiap tindakan kita juga membawa nama baik bangsa Indonesia," tegasnya.
Menurutnya, kejadian ini juga bertentangan dengan Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial.
Sebab, dalam fatwa tersebut sudah sangat tegas mengharamkan segala aktivitas digital yang merugikan, merendahkan martabat, atau mengambil hak privasi orang lain tanpa kerelaan.
"Ibadah haji adalah momentum sakral untuk meningkatkan ketakwaan, yang harus dimanifestasikan dalam keluhuran akhlak (akhlak al-karimah), baik di dunia nyata maupun dunia digital," tegasnya.
Lebih lanjut, Prof Niam juga mengimbau kepada jamaah haji Indonesia terkait aktivitas harian yang kerap dianggap sepele namun berdampak fatal, salah satunya adalah kebiasaan merokok di sembarang tempat.
Hal ini karena Prof Niam melihat secara langsung ada salah seorang jamaah haji Indonesia yang terpaksa diinterogasi oleh Petugas Keamanan Arab Saudi karena kedapatan sedang merokok di depan kawasan pemondokan (hotel) di Madinah.
"Ibadah haji adalah momentum sakral untuk melakukan perbaikan diri secara total (islahun-nafs). Ini adalah saat di mana kita belajar mengendalikan diri, bukan justru menuruti hasrat atau ego pribadi, termasuk dalam hal kebiasaan merokok. Kita harus memahami bahwa aturan di Arab Saudi sangat ketat. Jangan sampai keinginan merokok yang tidak pada tempatnya justru membawa mudarat, baik bagi keselamatan diri sendiri, kesehatan jemaah lain," tutupnya.