Laporan: Israel Ngotot Dorong AS untuk Kembali Perangi Iran
Dhea Oktaviana
Penulis
Admin
Editor
Washington, MUI Digital-Pejabat militer Israel dan Amerika Serikat dilaporkan menggelar pembicaraan mengenai berbagai kemungkinan skenario untuk melanjutkan aksi militer terhadap Iran dalam sepekan terakhir.
Dalam pembahasan tersebut, Tel Aviv disebut mendorong agar konflik kembali dilanjutkan. Klaim ini disampaikan pada Kamis oleh lembaga penyiaran publik Israel, KAN.
Menurut laporan tersebut, dikutip Anadolu Agency, Jumat (15/5/2026), pejabat tinggi militer Israel dan perwakilan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) membahas kemungkinan operasi militer baru terhadap Iran, termasuk opsi lain dari pihak AS seperti memperketat blokade maritim di Selat Hormuz sebagai bagian dari proyek yang disebut “Project Freedom”.
KAN melaporkan bahwa Israel telah menyampaikan pesan kepada Washington mengenai keinginannya untuk kembali melanjutkan aksi militer. Israel menilai perang dengan Iran berakhir lebih cepat dari yang seharusnya.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa salah satu skenario yang dibahas adalah serangan terbatas AS terhadap fasilitas bahan bakar dan energi Iran.
Langkah tersebut bertujuan menekan Teheran agar kembali ke meja perundingan dan menghentikan program nuklirnya.
Selain itu, Israel dikabarkan telah menyiapkan diri menghadapi kemungkinan balasan dari Iran, termasuk serangan rudal baru ke wilayah Israel apabila pertempuran kembali pecah.
Sejumlah pejabat Israel yang dikutip KAN menyebut Presiden AS Donald Trump kini menghadapi dua pilihan utama: melanjutkan aksi militer—opsi yang didukung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu—atau memperketat blokade maritim di Selat Hormuz.
Baca juga: Update Perang AS VS Iran: Trump Pertahankan Blokade Iran, Teheran Ancam Tindakan Praktis
Sebelumnya pada Kamis, menurut sumber yang sama, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan, “Kami siap menghadapi kemungkinan bahwa dalam waktu dekat kami mungkin harus kembali bertindak di Iran.”
Ketegangan kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
Serangan itu memicu balasan dari Teheran terhadap Israel dan sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk, serta menyebabkan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan damai yang permanen.
Gencatan senjata itu kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditentukan.
Pada Minggu lalu, Iran mengirimkan tanggapannya kepada Pakistan atas proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang. Namun, Trump menolaknya dan menyebut usulan tersebut sama sekali tidak dapat diterima.