Majelis Ulama Indonesia




Berita Utama
MUI Pantau TV Banyak Hiburan Caci Maki dan Pelecehan PDF Cetak E-mail
Selasa, 24 Agustus 2010 22:56

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Tim Pemantau TV Ramadhan 1431 H dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Imam Suhardjo, mengatakan, selama Ramadhan, MUI akan terus memantau siaran TV.

"Pemantauan tersebut dimaksudkan untuk menjaga kemuliaan bulan Ramadhan dengan tidak menayangkan hal-hal yang tidak baik," katanya saat memberi keterangan pers di kantor MUI, Jakarta, Selasa (24/8/2010) malam.

Imam mengatakan, pemantauan TV selama Ramadhan untuk tahap pertama secara umum dilakukan terhadap seluruh tayangan reguler di bulan Ramadhan dan secara khusus dilakukan terhadap tayangan-tayangan khusus Ramadhan.

Selanjutnya...
 
MUI: Tayangan Tak Terpuji Masih Ada Saat Ramadan PDF Cetak E-mail
Selasa, 24 Agustus 2010 22:42

JAKARTA,Okezone.com – Sejumlah tayangan di stasiun televisi dinilai Majelis Ulama Indonesia (MUI) masih kerap menayangkan acara yang kurang terpuji selama bulan Ramadan saat ini.
Wakil Ketua Tim Pemantau TV Ramadan MUI Pusat, Imam Suharjo mengatakan, dari 12 TV yang dipantaunya masih ada beberapa tayangan yang dinilai mengotori bulan suci Ramadan. Acara tersebut, lanjut dia, masih kerap menayangkan kekerasan serta tekanan psikis.

“Masih ada tayangan yang pemainnya berkata-kata kasar serta makian. Ada juga yang mengsploitasi seksual. Ini jelas tidak baik jika ditayangakan di bulan Ramadan,” ujar Imam saat jumpa pers di kantornya, Selasa (24/8/2010).

Selanjutnya...
 
MUI: Jenazah Koruptor Juga Wajib Disalatkan PDF Cetak E-mail
Kamis, 19 Agustus 2010 04:43

VIVAnews - Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak sependapat dengan imbauan Nahdlatul Ulama (NU) yang mengimbau agar ulama tidak menyalatkan jenazah koruptor.

Bagi MUI hukum menyalatkan jenazah bagi koruptor beragama Islam hukumnya fardhu kifayah, wajib dikerjakan meski oleh sebagian muslim.

"Orang Islam itu tetap harus disalatkan. Kalau tidak ada yang salatkan, dosa kita," kata Ketua Bidang Fatwa MUI Ma'ruf Amin dalam perbincangan dengan VIVAnews, Kamis 19 Agustus 2010.

Selanjutnya...
 
MUI Minta Pemerintah Mediasi Kerusuhan di Bekasi PDF Cetak E-mail
Rabu, 11 Agustus 2010 04:07

Metrotvnews.com, Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah segera melakukan mediasi dan mempertemukan pimpinan kedua umat yang bertentangan dalam kerusuhan di Ciketing Udik, Bantar Gebang, Bekasi, 5 Agustus lalu.

"Pimpinan umat dan pemerintah agar segera menggelar dialog untuk membicarakan mengenai penyelesaian permasalahan ini," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Bidang Kerukunan Antar-Umat Beragama Slamet Effendi Yusuf, di Jakarta, dalam taushiah MUI menyambut Ramadan 1431 Hijriah di Kantor MUI, Jl. Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/8).

Selanjutnya...
 
Menteri Agama Brunei Kunjungi MUI PDF Cetak E-mail
  
Selasa, 10 Agustus 2010 02:56

MUI-Online. Menteri Hal-Ehwal Ugama Negara Brunei Darussalam, Yang Berhormat Pengiran Dato Setia DR. Haji Mohammad Bin Pengiran Haji Abdul Rahman, Jum’at (6/8) bersilaturahim dengan Pengurus Baru Majelis Ulama Indonesia. Menteri yang baru dua bulan menjabat ini, didampingi Duta Besar Negara Brunei Darussalam untuk Indonesia dan beberapa staf Menteri Ugama Brunei.

Dalam sambutannya Menteri Agama Brunei Darussalam ini menyatakan kegembiraannya dan rasa hormatnya karena bisa mengunjungi MUI dalam lawatan kenegaraannya ke Indonesia.

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 10 Agustus 2010 03:22 )
Selanjutnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 31

Ketua Umum MUI

Tamu

Kami memiliki 25 Tamu online
Baner
Baner

Konsultasi Agama

Hukum Wanita Haid Membaca Al-Quran?

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pengelola konsultasi agama yang saya hormati, ijinkan saya mengajukan beberapa pertanyaan berikut: pertama, apa hukum wanita yang sedang haid/nifas membaca al-Quran?

Link Selanjutnya...

Artikel

BEBERAPA CATATAN ATAS MAKALAH UTAMA

 “Konsep dan Operasi Swap Sebagai Mekanisme Lindung Nilai dalam Institusi Kewangan Islam” tulisan Dr. Asyraf Wajdi Dusuki

 

Oleh Dr. Hasanudin

Link Selanjutnya...

Resensi Buku

Baner