Bagaimana Ciri Hewan Qurban yang Sehat? Berikut Penjelasan Pakar Peternakan
Sadam Al Ghifari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital— Menjelang hari Raya Idul Adha, pemilihan hewan qurban menjadi perhatian utama umat Muslim guna memastikan ibadah yang dijalankan sah secara syariat dan aman secara kesehatan.
Kondisi fisik dan status kesehatan ternak menjadi kunci utama dalam menghadirkan daging qurban yang aman, sehat, utuh dan halal (Asuh). Lantas, apa saja ciri fisik yang harus diperhatikan saat memilih hewan qurban di lapak penjual?
Pakar peternakan IPB University, Dr Henny Nuraini, mengungkapkan kriteria hewan qurban yang sehat bisa dilihat dari Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11 Tahun 2014 tentang Pemotongan Hewan Qurban.
Dalam peraturan tersebut, hewan qurban yang memenuhi syarat syari yang dapat dijadikan hewan kurban adalah sapi, kerbau, domba, kambing dan unta (meski unta tidak lazim di Indonesia). Persyaratan hewan qurban, dalam peraturan menteri tersebut, harus sehat, tidak cacat seperti buta, pincang, patah tanduk, putus ekornya atau daun telingnya rusak.
"Tidak kurus, berjenis kelamin jantan, tidak dikebiri, memiliki buah zakat lengkap dua buah dengan bentuk dan letak yang simetris. Kemudiaan hewan qurban harus cukup umur," kata Henny kepada MUI Digital, di Jakarta, Jumat (15/5/2026).
Baca juga: Pakar: Tempat Penampungan Qurban Harus Penuhi Prinsip Kesejahteraan Hewan
Henny yang juga peneliti sekaligus pelatih di Pusat Kajian Halal IPB University ini menambahkan, hewan qurban kambing atau domba harus berusia di atas satu tahun atau ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap.
Sementara sapi atau kerbau, lanjutnya, di atas dua tahun atau ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap. Kemudiaan unta berusia di atas lima tahun.
"Hewan harus dinyatakan sehat berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan hewan yang dilakukan oleh dokter hewan atau paramedik veteriner, hal ini dibuktikan dengan adanya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)," ungkapnya.
Henny menegaskan, pengiriman atau pemasukan ternak dari satu wilayah ke wilayah lain harus dilengkapi dengan SKKH.
Lebih lanjut, Auditor Halal LPPOM MUI ini mengungkapkan, hewan yang sehat juga dapat dikenali dari aspek fisik dan perilakunya.
Berikut ciri-cirinya:
1. Aktif dan responsif:
Ternak bergerak lincah, tidak lesu dan diam, merespon dengan baik terhadap suara atau gerakan disekitarnya
2. Nafsu makan dan minum baik Ternak sehat terlihat dari nafsu makan yang tinggi dan minum dengan baik. saat di lokasi pemotongan, ternak yang datang h-2 dapat diberi pakan, apabila waktu kedatangan hanya beberapa jam sebelum pemotongan cukup diberi air minum saja.
3. Rambut dan kulit sehat Rambut bersih, halus, mengkilap, tidak kusam atau kusut, kulit elastis, tidak ada luka atau cacat fisik pada kulit. kulit yang elastis akan kembali normal apabila ditarik.
4. Mata jernih dan cerah Sorot mata tajam, bersih, tidak berair dan tida ada kotoran, pupil bereaksi terhadap cahaya atau gerakan
5. Hidung dan mulut terlihat lembab dan bersih Tidak ada lendir atau berair, bersih, tidak berbau.
6. Feces normal tekstur kotoran normal, tidak diare atau keras
7. Suhu tubuh dan tanda vital normal Suhu tubuh sekitar 38.5 – 39 oC, frekuensi nafas 20 – 30 kali/menit, denyut nadi 50 – 60 kali/menit
8. Perilaku sosial baik Tidak menyendiri, ternak tidak terpisah dari kelompoknya
9. Bentuk tubuh sempurna Anggota badan lengkap, berdiri tegak, tubuh proporsional, perut tidak bengkak, kaki sempurna.