Di Hadapan Dubes Iran, Buya Amirsyah Desak AS-Israel Hentikan Kezaliman
A Fahrur Rozi
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan, menyatakan agresi yang dilakukan AS-Israel negara kepada negara lain termasuk Iran merupakan kezaliman yang nyata harus segera dihentikan.
“Menghentikan
kezaliman adalah tanggung jawab semua negara di berbagai belahan dunia,”
tegasnya di hadapan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad
Boroujerdi, ketika berkunjung ke Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin
(6/4/2026).
Dia menjelaskan, kezaliman merupakan tindakan sewenang-wenang yang menimbulkan ketidakadilan, kekejaman, serta pelanggaran hak, baik terhadap Allah, diri sendiri, maupun orang lain.
Dalam perspektif Islam, lanjutnya, kezaliman termasuk dosa besar yang dilarang keras karena membawa dampak buruk tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.
“Dalam Islam kezaliman dosa besar yang diharamkan, membawa kegelapan di hari kiamat, dan dapat mengakibatkan kehancuran serta siksaan di dunia maupun di akhirat,” ujar dia.
Dalam pertemuan tersebut Buya Amirsyah juga menyerukan penghentian perang dan segala bentuk agresi AS dan Israel.
Dia menegaskan pentingnya komitmen bersama antarnegara untuk menghentikan konflik yang terjadi, dengan mengedepankan sikap saling menahan diri dan tidak saling menyerang.
"Perang akan berakhir dengan komitmen bersama Amerika-Israel dengan Iran yakni saling menjaga diri, tidak saling menyerang. As-Israel yang memulai, maka negara As-Israel tersebutlah yang mengakhiri," ujarnya.
Buya
Amirsyah menyampaikan optimisme bahwa konflik yang tengah berlangsung dapat
segera berakhir apabila semua pihak memiliki kesungguhan untuk menjaga
perdamaian dan menghindari eskalasi kekerasan.
Menurutnya, perdamaian dunia hanya dapat terwujud apabila seluruh negara menghormati dan mendukung kemerdekaan bangsa-bangsa, termasuk kemerdekaan Palestina yang menjadi tanggung jawab bersama masyarakat internasional.