Terima Audiensi Bang Onim, Sekjen MUI Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Palestina Merdeka
Junaidi
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital– Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerima kunjungan silaturahim dari Aktivis Kemanusiaan Indonesia untuk Palestina sekaligus Pembina Laznas Nusantara Palestina Center (NPC), Abdillah Onim, yang akrab disapa Bang Onim.
Kehadiran tokoh yang telah mendedikasikan diri selama lebih dari 14 tahun di Jalur Gaza ini disambut hangat oleh Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bang Onim menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada MUI yang dinilai konsisten dan berkomitmen penuh dalam menggalang solidaritas umat Islam di Indonesia untuk Palestina.
Menurutnya, sinergi dengan MUI sangat strategis untuk terus menyalakan api perjuangan dan mengedukasi generasi muda Indonesia agar tidak melupakan sejarah Palestina serta kemuliaan Baitul Maqdis.
Baca juga: 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Bebas, Sekjen MUI: Jangan Pernah Berhenti Dukung Palestina
"Kehadiran saya di MUI adalah bagian dari strategi kita untuk menyatukan semangat, kekuatan, dan mempererat langkah dakwah di Indonesia. Kita harus terus memberikan edukasi kepada generasi bangsa tentang pentingnya menjaga wilayah Palestina," ujar Bang Onim yang baru saja berhasil keluar dari Jalur Gaza.
Bang Onim juga memaparkan kondisi terkini yang sangat memprihatinkan di Gaza. Berdasarkan data yang ia sampaikan, kekejaman pihak zionis telah menewaskan lebih dari 72.900 warga Gaza.
Di tengah situasi pelik tersebut, ia bersyukur karena hati, pikiran, dan cinta masyarakat Indonesia tetap tertuju kepada saudara-saudara di Palestina.
"Doakan masyarakat Palestina. Semoga dengan doa khusyuk yang kita kirimkan, para pejuang di Palestina, khususnya di Jalur Gaza, bisa segera terbebas," harapnya.
Merespons hal tersebut, Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan menegaskan bahwa seluruh elemen aktivis kemanusiaan yang berjuang untuk Palestina, termasuk Bang Onim yang sempat tertahan, akan terus mendapatkan dukungan dan doa dari ulama serta umat Islam di Indonesia.
Buya Amirsyah mengingatkan kembali amanat konstitusi bangsa Indonesia bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.
Oleh karena itu, segala bentuk penjajahan dan kebiadaban di atas muka bumi harus dihapuskan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
"Bangsa Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memberikan dukungan penuh kepada masyarakat Palestina agar mereka dapat merdeka dan berdaulat secara utuh," tegas Buya Amirsyah.
Di akhir penjelasannya, Buya Amirsyah menyerukan kepada lebih dari 8 miliar penduduk dunia untuk membuka mata hati dan pikiran guna mengutuk serta mengecam segala bentuk penindasan yang dilakukan oleh zionis Israel.
Dia menekankan bahwa kunci kemenangan dan kekuatan umat terletak pada persatuan dan silaturahim yang kuat.
"Kalau kita mau menang dan kuat, kita harus bersatu. Dan untuk bersatu, kita harus sering menggalang silaturahim dalam arti yang luas, yaitu: ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan), ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama umat Islam), dan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan). Semoga ini menjadi kekuatan bagi kita semua untuk mendukung kemerdekaan Palestina," kata dia.