Lewati ke konten utama
Selasa, 4 Agustus 2026 / 20 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Menag Puji Ponpes Dalwa Pasuruan : Perpaduan Apik Agama, Kebangsaan, dan Tradisi

2 menit baca 154 dibaca
Dalwa 2
Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar mengunjungi Pesantren Dalwa, Bangil Pasuruan. Foto: Istimewa
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital— Menteri Agama, Prof KH Nasaruddin Umar memberikan apresiasi saat melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah (Dalwa) di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Ahad (2/8/2026).

Menag menilai pesantren ini berhasil membangun ekosistem pendidikan modern yang memadukan secara harmonis antara nilai keagamaan, semangat kebangsaan, dan tradisi lokal.

Dalam kunjungannya, Menag mengelilingi berbagai sudut kompleks pesantren yang didirikan oleh Habib Hasan Baharun pada 1981 tersebut. 

Didampingi jajaran pengasuh, Al-Habib Segaf bin Hasan Baharun, Abuya Al-Habib Zein Baharun, dan Al-Habib Ali Zainal Abidin bin Hasan Baharun, Menag melihat langsung bagaimana tradisi keilmuan salaf dan kemajuan zaman berjalan berdampingan.

Baca juga: Zulkifli Hasan: MBG akan Dipercepat untuk Pesantren dan Wilayah 3T

"Ini adalah sebuah pondok pesantren yang sangat membanggakan bangsa Indonesia. Selain pondoknya megah, materi ajarnya sangat bagus, fasilitasnya luar biasa, dan perpustakaannya serba cantik," ujar Menag dalam keterangannya kepada MUI Digital, di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Menag menekankan bahwa keunggulan fisik dan fasilitas megah yang dimiliki Ponpes Dalwa harus diimbangi dengan output alumni yang berkarakter kuat. 

Dia menaruh harapan besar agar para lulusan Dalwa kelak menjadi pencerah bagi masyarakat luas dan memiliki ghirah pengabdian yang tinggi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Baca juga: Miliki Mal hingga Kafe Sendiri, Ponpes Dalwa Cetak Santri Berjiwa Entrepreneur

"Yang tidak kalah penting, saya mohon alumni-alumni Pondok Pesantren Dalwa ini benar-benar akan menjadi pencerah bangsa Indonesia. Di sini ada kombinasi yang sangat bagus: perpaduan antara nilai-nilai keagamaan, nilai-nilai kebangsaan, dan adat istiadat lokal," tutur Menag.

Kehidupan akademik di Dalwa memang terasa kental namun luwes. Di antara sudut-sudut pesantren yang asri, para santri tampak melakoni keseharian mendaras kitab suci ditemani cangkir kopi, hingga berdiskusi hangat di meja-meja bundar.


Sistem pendidikan berjenjang di Dalwa ditopang oleh integrasi tiga kurikulum sekaligus: kurikulum kepesantrenan (salaf), kurikulum nasional (Kemenag dan Kemendikbud), serta kurikulum internal pondok. 

Tak hanya itu, modernitas Dalwa juga tercermin dari ruang kelas berbasis multimedia, fasilitas Digital Smart Board, hingga penanaman jiwa wirausaha melalui unit bisnis seperti Mall Dalwa, percetakan, dan kafe.

Rangkaian kunjungan tersebut diakhiri dengan persembahan emosional bertajuk Malam Cinta Pesantren. Ratusan santri baru dari berbagai penjuru Nusantara berbaris rapi menyanyikan lagu-lagu daerah yang mengalun merdu di hadapan Menag dan para pengasuh.

Pemandangan seni budaya tersebut seakan menegaskan pesan Menag bahwa di Ponpes Dalwa, pendidikan tak sekadar mencetak santri yang menguasai ilmu agama, tetapi juga melahirkan generasi yang siap merawat persatuan dan keberagaman Indonesia.