Lewati ke konten utama
Sabtu, 11 Juli 2026 / 25 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Ketua MUI Prof Faisol: Pendidikan Indonesia Butuh Sinergi Bersama, Bukan Kerja Satu Pihak

3 menit baca 72 dibaca
Prof Faisol
Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, Prof Faisol Nasar. Foto: Miftah/MUI Digital
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital – Upaya meningkatkan mutu pendidikan Indonesia membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, ulama, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan.

Tanpa sinergi tersebut, berbagai tantangan pendidikan, termasuk penguatan pendidikan Islam, akan sulit dijawab secara komprehensif.

Pandangan itu disampaikan Ketua Bidang Pendidikan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof KH Faisol Nasar, saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Seminar Internasional, Forum Group Discussion (FGD), dan Kaderisasi Ulama yang diselenggarakan Komisi Pendidikan dan Kaderisasi (KPK) MUI di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Sabtu (11/7/2026).

Prof Faisol mengikuti kegiatan tersebut secara daring melalui Zoom. Menurutnya, forum yang mempertemukan unsur MUI, kementerian, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi penting di tengah kebutuhan merumuskan arah pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat karakter bangsa.

"Kami berharap penyelenggaraan berbagai kegiatan selama dua hari ini dapat menghasilkan yang terbaik untuk kepentingan pendidikan di Indonesia," ujar Prof Faisol.

Harapan tersebut, menurutnya, bukan sekadar untuk menyukseskan agenda organisasi, tetapi juga agar forum yang digelar mampu melahirkan rekomendasi yang memiliki nilai strategis bagi pengembangan pendidikan nasional.

Baca juga: UIN Jakarta Tuan Rumah AIUA 2026: Mengintegrasikan Sains, Teknologi, dan Perdamaian dalam Pendidikan Tinggi Islam Global

Dalam sambutannya, Prof aisol menyampaikan apresiasi kepada Wakil Ketua Umum MUI Buya Anwar Abbas, para narasumber, panitia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan.

Ia juga memberikan penghargaan kepada Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI yang dipimpin Dr Hj. Kartini beserta seluruh jajaran yang telah mempersiapkan rangkaian acara.

Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada kementerian yang telah memberikan dukungan fasilitas sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Di tengah berbagai dinamika dunia pendidikan, Prof. Faisol menilai kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam merumuskan kebijakan dan rekomendasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Karena itu, kehadiran unsur pemerintah, akademisi, organisasi keagamaan, dan praktisi pendidikan dalam satu forum dinilai memiliki arti penting.

Menurutnya, sinergi tersebut dapat memperkaya perspektif sekaligus memperkuat kualitas rekomendasi yang dihasilkan, khususnya terkait upaya peningkatan mutu pendidikan nasional dan pendidikan Islam.

Rangkaian kegiatan yang digelar KPK MUI selama dua hari meliputi Rakernas, Seminar Internasional, Forum Group Discussion (FGD), dan Kaderisasi Ulama.

Melalui forum-forum tersebut, para peserta diharapkan dapat bertukar gagasan, mengidentifikasi tantangan pendidikan yang dihadapi bangsa, serta merumuskan berbagai rekomendasi yang konstruktif.

Pada akhirnya, Prof Faisol berharap seluruh rangkaian kegiatan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga mrrenghasilkan pemikiran dan rekomendasi yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia.

"Kami berharap penyelenggaraan berbagai kegiatan selama dua hari ini dapat menghasilkan yang terbaik untuk kepentingan pendidikan di Indonesia," tegasnya.

Bagi Prof Faisol, kualitas pendidikan yang lebih baik hanya dapat diwujudkan melalui kerja bersama dan komitmen kolektif seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat sistem pendidikan yang adaptif, berkualitas, dan berorientasi pada masa depan.