Lewati ke konten utama
Sabtu, 26 September 2026 / 14 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
Dubes Rusia
Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov saat menjadi pembicara dalam Pelatihan Diplomasi Islam Wasatiyah Tingkat Dasar MUI di Aula AR Fachruddin FEB Uhamka, Sabtu (26/9/2026). Foto: Fitri/ MUI Digital
Berita

Di Pelatihan Diplomasi Islam Wasathiyah, Dubes Rusia Beberkan Peran Penting RI hingga Soal Konflik Ukraina

Di Pelatihan Diplomasi Islam Wasathiyah, Dubes Rusia Beberkan Peran Penting RI hingga Soal Konflik Ukraina

/ 14 Rabiul Akhir 1448 H 4 menit baca 125 dibaca

Jakarta, MUI Digital –  Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, menekankan pentingnya diplomasi, kerja sama antarbangsa, serta dialog lintas agama dan peradaban dalam membangun keamanan dan stabilitas dunia.

Hal itu disampaikan Sergei saat menjadi pembicara dalam Pelatihan Diplomasi Islam Wasatiyah Tingkat Dasar MUI di Aula AR Fachruddin FEB Uhamka, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui kerja sama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Sergei menekankan bahwa diplomasi memiliki peran penting dalam upaya membangun keamanan. Dia mengaitkan hal tersebut dengan berbagai konflik yang terjadi di dunia saat ini.

Dalam sambutannya, Sergei juga menyampaikan pandangan pemerintah Rusia mengenai konflik Rusia-Ukraina. Dia mengatakan Rusia memandang isu keamanan sebagai bagian penting dalam menentukan kebijakan luar negerinya.

Menurut Sergei, Rusia menginginkan penyelesaian yang menurutnya dapat memberikan jaminan keamanan jangka panjang dan komprehensif.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan yang disampaikan Sergei dalam kapasitasnya sebagai Duta Besar Rusia.

Dia kemudian kembali menggarisbawahi pentingnya toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman dalam membangun kehidupan bersama.

“Saya percaya bahwa orang di Indonesia akan memahami saya. Karena salah satu hal yang Indonesia sangat banggakan adalah toleransi agama,” katanya.

Sergei menilai pengalaman Indonesia dalam kehidupan masyarakat yang terdiri dari berbagai agama dan bahasa dapat menjadi ruang pembelajaran dalam membangun hubungan antarbangsa.

Sergei menegaskan bahwa diplomasi merupakan salah satu instrumen penting untuk menciptakan keamanan dan membangun kerja sama.

“Diplomasi adalah satu hal yang sangat penting untuk mencapai keamanan. Dan saya percaya bahwa dengan pertemanan Indonesia dan organisasi lain, mereka akan mencapai keamanan,” ujar dia. 

Dalam sambutannya, Sergei juga memperkenalkan Rusia sebagai negara dengan sejarah peradaban yang panjang dan masyarakat yang terdiri dari berbagai latar belakang agama. 

Menurutnya, pengalaman Rusia dalam menjaga keberagaman dan stabilitas menjadi salah satu konteks penting dalam membangun hubungan dengan negara lain, termasuk Indonesia.

“Kami mencoba mencari kerja sama dengan semua orang di dunia ini,” kata dia. 

Namun, menurut dia, tentu saja pihaknya ingin tetap berpartisipasi aktif di berbagai kawasan untuk mengembangkan kemitraan dan bersama-sama dengan teman-teman kita menciptakan kesempatan baru bagi perkembangan masyarakat.

Sergei mengatakan, dunia saat ini mengalami perubahan dalam perkembangan ekonomi, teknologi, dan pengaruh politik. 

Dalam kondisi tersebut, dia menyebut Rusia mendorong hubungan internasional yang menurutnya berlandaskan keseimbangan, saling menghormati, serta penghormatan terhadap kepentingan dan hak setiap negara.

“Kami mengadvokasi hubungan internasional berdasarkan keseimbangan, saling menghormati, pertimbangan kepentingan yang sah, dan hak setiap negara, tidak masalah besar atau kecil, untuk memutuskan sendiri jalan pembangunan,” katanya.

Dia juga menyoroti pentingnya negara-negara berkembang, khususnya kawasan Asia Tenggara, dalam dinamika internasional. Menurutnya, Indonesia memiliki posisi penting dalam kawasan tersebut.

Sergei menyebut Indonesia sebagai salah satu negara besar di Asia Tenggara dengan posisi strategis dalam berbagai forum internasional. 

Dia juga mengapresiasi apa yang disebutnya sebagai tradisi Indonesia dalam menjaga otonomi strategis dan membangun dialog dengan berbagai pusat kekuatan.

Dalam kesempatan tersebut, Sergei juga menyinggung hubungan bilateral Rusia dan Indonesia. Ia menyebut hubungan kedua negara memiliki fondasi politik yang kuat dan telah berlangsung selama puluhan tahun.

Menurutnya, kerja sama kedua negara tidak hanya berlangsung pada tingkat pemerintahan, tetapi juga melibatkan masyarakat, organisasi, pendidikan, kebudayaan, hingga komunitas keagamaan.

“Saya sangat senang bahwa kami juga memiliki kerja sama yang sangat dalam dan substansial antara organisasi Muslim kami,” ujarnya.

Sergei menjelaskan, komunitas Muslim memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Rusia. Dia menyebut terdapat lebih dari 20 juta Muslim di Rusia dan komunitas Muslim telah berkontribusi dalam pembangunan negara tersebut selama berabad-abad.

Karena itu, menurutnya, penguatan hubungan antarkomunitas dan dialog lintas agama menjadi salah satu aspek penting dalam hubungan Rusia dengan Indonesia.

“Kami tertarik untuk memastikan bahwa orang-orang Muslim dan masyarakat Rusia mengetahui dan memahami satu sama lain dengan lebih baik,” tuturnya.

Dia menyebut sejumlah bidang kerja sama yang telah berkembang antara Rusia dan Indonesia, mulai dari pendidikan, kebudayaan, industri halal, pariwisata, hingga pertukaran kemanusiaan.

Beasiswa 

Sergei juga menyampaikan mengenai peluang kerja sama pendidikan antara Rusia dan Indonesia. Dia mengatakan pemerintah Rusia menyediakan ratusan kuota pendidikan bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi di berbagai bidang.

“Tahun ini kami menyediakan 300 beasiswa untuk universitas berbeda dan untuk berbagai bidang, tidak peduli medis, energi nuklir, pendidikan, atau hubungan internasional,” katanya.

Menurutnya, minat mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Rusia cukup besar. Dia menyebut terdapat sekitar 4.000 pendaftar untuk 300 kuota yang tersedia pada tahun ini.

“Jadi itu artinya lebih dari 10 aplikasi untuk setiap beasiswa. Itu membuktikan bahwa orang-orang ingin datang ke negara saya untuk belajar dan mendapatkan diploma dari universitas Rusia,” ujarnya.

BAGIKAN: