Aktivis Rohingya Serukan Dunia Muslim Bersikap Tegas terhadap Junta Myanmar
Miftahul Jannah
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital – Aktivis Rohingya,Yasmin Ullah, menyerukan kepada dunia Muslim untuk mengambil sikap tegas terhadap junta militer Myanmar.
Seruan ini disampaikan menyusul pengaduan dugaan genosida yang diajukan di Indonesia terhadap presiden terpilih Myanmar, Min Aung Hlaing.
Yasmin Ullah merupakan salah satu dari 11 penggugat yang melaporkan Min Aung Hlaing ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Pengaduan tersebut menyoroti dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Rohingya, minoritas Muslim di Myanmar.
Dalam keterangannya yang dikutip MUI Digital dari The New Arab, pada Kamis (9/4/2026), Yasmin Ullah menegaskan pentingnya peran dunia Muslim dalam merespons krisis kemanusiaan tersebut.
Ia mengatakan, “Saya sungguh-sungguh memohon kepada kepemimpinan negara ini dan kepemimpinan ASEAN untuk benar-benar memikirkan masa depan yang kita inginkan,” tegasnya.
Baca juga: Respons Antusiasme Publik, Kedubes Iran Buka Akses Donasi Resmi untuk Rekonstruksi dan Rehabilitasi
Ia juga mendorong para pemimpin di kawasan Asia Tenggara, khususnya ASEAN, untuk lebih serius memperhatikan situasi di Myanmar. Menurutnya, stabilitas kawasan tidak akan tercapai tanpa penyelesaian konflik yang berakar dari dominasi militer di negara tersebut.
Sebagaimana diketahui, junta militer Myanmar mengambil alih kekuasaan melalui kudeta pada tahun 2021. Sejak saat itu, berbagai laporan menyebutkan terjadinya pelanggaran HAM yang menargetkan kelompok etnis minoritas, termasuk Rohingya.