Lewati ke konten utama
Jumat, 23 Oktober 2026 / 12 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
LPEU MUI Jatim Gelar Rapat Program Kerja, Fokus Wujudkan Pilot Project Ekonomi Syariah
Jawa Timur

LPEU MUI Jatim Gelar Rapat Program Kerja, Fokus Wujudkan Pilot Project Ekonomi Syariah

LPEU MUI Jatim Gelar Rapat Program Kerja, Fokus Wujudkan Pilot Project Ekonomi Syariah

/ 12 Jumadil Awal 1448 H 2 menit baca

SURABAYA, MUI Jatim — Lembaga Penggerak Ekonomi Umat (LPEU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan rapat pembahasan pelaksanaan program kerja pada Kamis (22/10/2026). Rapat strategis ini berfokus pada langkah konkret pengurus dalam mewujudkan percontohan ekosistem bisnis dan UMKM berbasis syariah yang dapat diimplementasikan di wilayah Jawa Timur.

Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi dan Pengembangan Industri Halal sekaligus Penasehat LPEU MUI Jatim, Prof. Dr. K.H. Thohir Luth, M.A., membuka rapat dengan menyampaikan nasihat yang mengutip Surat An-Nisa ayat 95 dan 100. Ia memotivasi seluruh jajaran yang hadir agar menjadikan program kerja ini sebagai bentuk jihad harta dan jiwa di jalan Allah, dengan keyakinan bahwa langkah hijrah produktif tersebut niscaya akan mendatangkan rezeki yang melimpah dan tempat yang luas.

Ketua MUI Jatim Bidang Ekonomi dan Bisnis Syariah, Dr. Ir. H. Jumadi, M.MT., dalam arahannya menegaskan bahwa LPEU tidak boleh sekadar menyusun rencana kerja, melainkan harus mengeksekusinya menjadi sebuah *pilot project* nyata yang menjadi rujukan model UMKM maupun koperasi syariah. Mengingat karakter masyarakat Jawa Timur yang dipengaruhi budaya Mataraman cenderung mengikuti program setelah melihat bukti keberhasilan, Jumadi menyarankan agar proyek dimulai dari skala kecil sebagai contoh konkret sebelum diperbesar. Ia juga mengingatkan bahwa peran MUI bukanlah sebagai operator teknis, melainkan inisiator yang menanamkan nilai-nilai ekonomi syariah kepada pelaku usaha, termasuk dengan melanjutkan program inkubasi bisnis lebah madu dan domba nasional.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Ketua LPEU MUI Jatim, drh. Heryo Shasikirono, bersama Sekretaris dan para anggota memaparkan lima program prioritas masa khidmat 2025–2030. Program unggulan tersebut mencakup Inkubasi Bisnis Syariah Komoditas Unggulan, fasilitasi sertifikasi halal UMKM, integrasi Ziswaf untuk usaha produktif, kemandirian pangan dan energi berbasis pesantren, serta penguatan platform digital dan jaringan. Khusus untuk inkubasi bisnis, selain mempertahankan komoditas lebah madu dan domba, LPEU MUI Jatim juga akan menggelar pelatihan barista pada tahun 2026 sebagai langkah awal inkubasi bisnis syariah komoditas kopi hutan.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads