Urutan Mengusap Telinga dalam Wudhu
Diana
Pertanyaan: kenapa mengusap telinga dalam wuduk yg hukumnya sunnah, berada di dalam urutan wuduk, kenapa tidak merusak rukun terakhir wuduk yaitu tertib? Mohon penjelasan jika ada beserta dalilnya?
Penanya yang dirahmati Allah SWT …
Rukun wudhu yang terakhir yaitu tartib artinya rukun – rukun wudhu yang ada lima selain tertib itu harus di lakukan secara berurutan yakni tidak boleh dilakukan secara terbalik atau tidak sesuai urutannya adapun di tengahnya di sela-selai sesuatu termasuk mengusap telinga maka hal itu tidak membatalkan tartibnya, Syeh Musa al hajawiy menjelaskan dalam kitab Iqna’ 1/41, sebagai berikut,
(و) السادس من الفروض (الترتيب على) حكم (ما ذكرناه) من البداءة بغسل الوجه مقرونا بالنية ثم اليدين ثم مسح الرأس ثم غسل الرجلين لفعله (ص) المبين للوضوء المأمور به رواه مسلم وغيره، ولقوله (ص) في حجة الوداع: ابدأوا بما بدأ الله به رواه النسائي بإسناد صحيح،(الإقناع في حل ألفاظ أبى شجاع – موسى الحجاوي – يع – (ج 1 / ص 41)
Keenam dari fardu-fardu wudhu adalah tertib, sesuai dengan ketentuan yang telah kami sebutkan, yaitu memulai dengan membasuh wajah disertai niat, kemudian kedua tangan, kemudian mengusap kepala, lalu membasuh kedua kaki. Hal ini berdasarkan praktik Nabi ﷺ yang menjelaskan tata cara wudu yang diperintahkan. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dan lainnya. Juga berdasarkan sabda Nabi ﷺ ketika Haji Wada‘: Mulailah dengan apa yang Allah mulai terlebih dahulu. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam an-Nasa’i dengan sanad yang sahih. (Al-Iqna‘ fi Halli Alfazh Abi Syuja‘, Musa al-Hijawi, Juz 1, hlm. 41)