Lewati ke konten utama
Sabtu, 25 Juli 2026 / 10 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Wamenko Polkam Ajak Umat Islam Perkuat Nasionalisme di Tengah Gejolak Geopolitik Global

2 menit baca 63 dibaca
Wamenko
Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam), Letnan Jenderal TNI (Purn) Lodewijk Freidrich saat menjadi narasumber dalam Pleno VI bertajuk "Politik dan Keamanan Nasional di Tengah Dinamika Geopolitik Internasional" pada Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII, Sabtu (25/7/2026). Foto: Latifahtul Jannah/ MUI Digital
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital – Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam), Letnan Jenderal TNI (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus, mengajak umat Islam Indonesia untuk terus memperkuat nasionalisme dan menjaga persatuan bangsa di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global.

Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Pleno VI bertajuk "Politik dan Keamanan Nasional di Tengah Dinamika Geopolitik Internasional" pada Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Lodewijk, berbagai konflik yang terjadi di sejumlah negara dapat menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk terus menjaga keutuhan bangsa. 

Baca juga: Marak "Ustaz AI", Waketum MUI KH M Cholil Nafis Dorong Jihad Digital di KUII VIII

Dia mencontohkan situasi yang terjadi di Venezuela maupun Iran sebagai gambaran bagaimana dinamika suatu negara dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kuatnya rasa kebangsaan.

"Apa yang terjadi di Venezuela, apa yang terjadi di Iran, itu suatu dua hal yang bertolak belakang tentang nasionalisme kita," ujarnya.

Karena itu, dia menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat, khususnya umat Islam, dalam menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Nah, nasionalisme Indonesia, terutama masalah keumatan. Umat Islam Indonesia harus betul-betul menjaga nasionalisme Indonesia, merajut persatuan dan kesatuan Indonesia," kata dia menegaskan.

Lodewijk juga mengingatkan bahwa tantangan keamanan nasional saat ini tidak hanya berasal dari ancaman militer, tetapi juga dipengaruhi oleh gejolak ekonomi, konflik internasional, hingga perubahan iklim yang dapat berdampak pada stabilitas sosial.

Menurutnya, menjaga nasionalisme menjadi salah satu modal penting agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan tersebut tanpa mengorbankan persatuan bangsa.

Dia berharap semangat kebangsaan yang kuat terus menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik internasional.