Lewati ke konten utama
Rabu, 5 Agustus 2026 / 21 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

UI Buka Kolaborasi Pendanaan Pembangunan Rumah Ibadah Enam Agama

2 menit baca 104 dibaca
1000537142
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital--Universitas Indonesia (UI) membuka peluang kolaborasi pendanaan bagi proyek strategis pembangunan kompleks rumah ibadah untuk enam agama di lingkungan kampusnya. Inisiatif ini diambil sebagai langkah nyata merealisasikan kawasan multifaith terpadu yang akan menjadi simbol kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Rektor UI, Heri Hermansyah, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam merealisasikan proyek berskala besar ini berada pada sektor pembiayaan. Oleh karena itu, UI memilih skema gotong royong dan kemitraan terbuka untuk merangkul berbagai elemen masyarakat yang peduli terhadap penguatan toleransi bangsa.

Untuk menyukseskan pembangunan kawasan tersebut, UI berkolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) dalam menjaring partisipasi dari berbagai pihak, di antaranya filantropi keagamaan, dunia usaha seperti BUMN maupun swasta melalui program CSR, lembaga sosial dan para dermawan yang peduli pada penguatan kerukunan bangsa. 

Baca juga: IsDF MUI dan Masjid Nusantara Perkuat Sinergi Pengembangan Masjid Berkelanjutan dan Pemberdayaan Umat

"Kami membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap penguatan kerukunan bangsa. Pembangunan ini adalah kerja bersama untuk menghadirkan simbol keberagaman yang hidup harmonis," ujar Heri Hermansyah saat beraudiensi dengan Menteri Agama di Kantor Kemenag, Jakarta, Senin (3/8/2026). 

Rancangan kompleks rumah ibadah ini disusun dengan mengedepankan prinsip kesetaraan. Setiap bangunan ibadah untuk enam agama yang diakui negara akan didirikan secara proporsional dalam satu kawasan terpadu. Tak hanya bangunan fisik rumah ibadah, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan ruang bersama (shared space) sebagai sarana perjumpaan dan interaksi sosial antarumat beragama.

Menteri Agama, KH Nasaruddin Umar, menyambut positif pendekatan kolaboratif yang ditempuh UI. Menag menegaskan pentingnya keterlibatan publik dalam proyek ini karena dampaknya yang melampaui sekadar pembangunan infrastruktur.

Baca juga: Pemanfaatan Area Masjid Untuk Kegiatan Sosial dan Yang Bernilai Ekonomis

"Bagi saya, ini bukan sekadar membangun gedung. Ini membangun pesan kepada dunia bahwa Indonesia mampu merawat keberagaman dalam satu ruang yang setara. Kerukunan harus bisa dilihat, dirasakan, dan diwariskan," tegas Menag. 

Sebagai satu-satunya perguruan tinggi negeri yang menyandang nama negara, UI merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memelopori ruang edukasi inklusif.

Melalui skema pendanaan terbuka ini, UI berharap pembangunan dapat segera terealisasi, sehingga kompleks multifaith tersebut tidak hanya menjadi fasilitas akademik, tetapi juga menjadi role model kawasan kerukunan dan moderasi beragama bagi perguruan tinggi lain di seluruh Tanah Air.