Risalah Iqra Mengemuka Sebagai Seruan untuk Peserta Pesantren Kilat TNI AL
Sadam Al Ghifari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital— Islam sejak awal telah menempatkan membaca sebagai pintu gerbang ilmu pengetahuan dan peradaban. Hal ini tercermin dari wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana tercantum dalam Alquran surat al-'Alaq ayat 1-5.
Sebab itulah, Sekretaris Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr Jaja Nurjanah menekankan pentingnya menumbuhkan budaya membaca sebagai fondasi untuk membangun generasi unggul yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pesantren Kilat Ramashan yang diselenggarakan oleh TNI Angkatan Laut bekerja sama dengan Komisi Dakwah MUI Pusat di atas Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) SMR 594, pada 11–13 Maret 2026.
Menurutnya, perintah membaca dalam ayat tersebut bukan hanya bermaknamembaca teks, tetapi juga membaca realitas kehidupan, alam semesta, dan berbagai ilmu pengetahuan yang dapat membawa manusia pada kemajuan peradaban
“Generasi yang unggul adalah generasi yang memiliki tradisi membaca yang kuat, karena membaca merupakan pintu masuk bagi lahirnya ilmu, pemahaman, dan kebijaksanaan,” ujarnya di hadapan para peserta Pesantren Kilat Ramadhan, Kamis (12/3/2026) malam.
Baca juga: Peserta Pesantren Kilat Ramadhan TNI AL Tampil di Pentas Seni dengan Humor dan Pesan Edukatif
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa umat Islam memiliki tanggung jawab untuk menjadi umat terbaik yang memberi manfaat bagi masyarakat luas. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Alquran Surat Ali Imran 110:
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ