Pakar IPB Dorong Sinergi Tangani Pembasmian Sapu-sapu
Sadam Al Ghifari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital— Langkah Pemprov DKI Jakarta melakukan operasi pembasmian ikan sapu-sapu diapresiasi oleh Guru Besar Teknologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Prof Mala Nurilmala.
Menurutnya, langkah ini sudah tepat mengingat keadaan yang sudah masuk dalam kategori force majoure yang harus ditangani secara cepat. Meski begitu, dia menyayangkan penguburan ikan sapu-sapu, apalagi dalam kondisi masih hidup.
Direktur InCoPro (Asosiasi Co-Product Akuatik) Indonesia ini mendorong agar ikan sapu-sapu bisa dimanfaatkan menjadi pupuk tanaman hias. Prof Mala menyatakan sangat terbuka dan siap untuk berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta.
"Kami di IPB University mempunyai tiga pilar yakni pendidikan, pengabdian dan penelitian. Kami melihat kasus ini menjadi masalah bersama. Ikan sapu-sapu ini bisa kita cari sisi positifnya dan bisa bermanfaat. IPB University sangat terbuka untuk bekerja sama," kata Prof Mala kepada MUI Digital, Sabtu (25/4/2026).
Peneliti Senior Halal Science Center IPB ini menjelaskan, sekecil apapun makhluk hidup pasti memiliki manfaat, meskipun ada yang dipandang sebagai hama.
Prof Mala mengungkapkan, IPB University memiliki banyak ahli, terutama di bidang ikan, ikteologi, lingkungan dan pemanfaatnya. Sehingga sangat komperhensif untuk berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta menangani persoalan ikan sapu-sapu.
Prof Mala mengingatkan, langkah penguburan ikan sapu-sapu oleh Pemprov DKI Jakarta hanya sesaat karena tidak ada manfaatnya. Ke depannya, dia mendorong ikan sapu-sapu bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti menjadi pupuk tanaman hias.