Menag Nasaruddin Sebut Analogi Bank Konvensional Seperti Tayamum Kiai Ma'ruf Sangat Dahsyat
Jakarta, MUI Digital— Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar menilai analogi pemikiran ekonomi Islam yang dicetuskan KH Ma'ruf Amin sangat dahsyat dan berani.
Salah satu pemikiran paling membekas adalah perumpamaan perbankan konvensional dan syariah yang diibaratkan dengan hukum bersuci tayamum dan air.
Apresiasi tersebut disampaikan Menag Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan pada acara peluncuran buku "Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma'ruf Amin" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/8/2026) malam lalu.
Dia menyebut salah satu contohnya adalah Kiai Ma’ruf menganalogikan kondisi keberadaan bank konvensional dengan tayamum. Jadi, setelah ada air, maka tidak boleh bertayamum lagi.
Sementara sekarang sudah ada bank syariah, maka tidak perlu menggunakan bank konvensional lagi. “Itu sebetulnya kata-kata yang sangat dahsyat," kata Menag memuji.
Dia menyebut juga Kiai Ma’ruf sebagai satu pakar ekonomi Islam terkemuka di kawasan yang pemikiran fikih muamalahnya diakui secara global.
"Di Asia Tenggara ini saya kira belum ada yang bisa sekaliber Kiai Ma'ruf dalam berbicara tentang masalah ekonomi Islam. Karena itu, undangan untuk beliau keliling luar biasa," lanjutnya.
Namun, Menag menyayangkan pergerakan dan pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia saat ini yang dinilainya masih tergolong lambat karena minimnya eksekusi dan dorongan politik (harakah) sehingga keberadaan bank syariah itu masih tersengal-sengal dan belum mampu menyaingi bank konvensional.
“Padahal sekarang sudah ada air, mengapa harus bertayamum lagi?" ujar Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut.
Menag Nasaruddin pun mengajak seluruh elemen umat dan pemerintah untuk mengencangkan harakah (gerakan nyata) guna mewujudkan gagasan ekonomi syariah nasional yang telah dirintis oleh Wakil Presiden ke-13 RI tersebut.
Acara peluncuran buku karya Hj Siti Haniatunnisa dan H Muhammad Zainal Arifin ini turut dihadiri Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Sekjen Kemenag RI Prof Kamaruddin Amin, Wakil Ketua Baznas RI KH Zainut Tauhid Sa'adi, Ketua DPW PKB Jawa Tengah Gus Yusuf, Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis dan KH Marsudi Syuhud, Ketua Kopnus Syariah Abdul Kholid Soleh, Wasekjend MUI Bidang Dakwah KH Arif Fahruddin, serta Wasekjend MUI Bidang Infokomdigi Dr Asrori S Karni.