Lewati ke konten utama
Jumat, 28 Agustus 2026 / 15 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Maulid Nabi 1448 H, Menag Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Membangun Peradaban

3 menit baca 1.931 dibaca
Nasaruddin Umar
Menteri Agama, Prof KH Nasaruddin Umar. Foto: Kemenag
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan akhlak sebagai fondasi dalam membangun peradaban.

Menurutnya, akhlak yang kokoh akan melahirkan keadilan, ilmu pengetahuan yang bermanfaat, kekuasaan yang amanah, serta kasih sayang dalam kehidupan bermasyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Menag dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Jakarta, dikutip MUI Digital, Selasa (25/8/2028). 

Menag menjelaskan memulai dakwahnya dengan membangun akhlak manusia. Sebab, akhlak adalah fondasi dari setiap peradaban. Ketika akhlak tegak, keadilan akan tumbuh. 

“Ilmu pengetahuan akan membawa manfaat, kekuasaan akan dijalankan dengan amanah, dan kasih sayang akan menjadi perekat kehidupan bermasyarakat,” ujar Menag.

Rektor PTIQ Jakarta ini mengatakan, pembangunan akhlak menjadi kunci transformasi yang dibawa Rasulullah SAW. Dakwah Nabi tidak hanya membentuk kehidupan keagamaan, tetapi juga membawa perubahan besar terhadap kehidupan sosial dan peradaban manusia.

Baca juga: Apakah Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW?

“Transformasi yang dibawa Rasulullah SAW merupakan sebuah lompatan peradaban yang berakar pada nilai-nilai tauhid, pengembangan ilmu pengetahuan, penegakan keadilan, penguatan kasih sayang, serta penghormatan terhadap martabat manusia,” kata dia menjelaskan. 

Dia kemudian mengutip sabda Rasulullah SAW, “Innamā bu'itstu li utammima makārimal akhlāq,” yang berarti, “Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”

Menurutnya, pesan tersebut menjadi kunci untuk memahami perubahan yang dibawa Rasulullah SAW. Akhlak yang dibangun Nabi menjadikan nilai-nilai agama tidak berhenti sebagai ajaran individual, tetapi juga menjadi kekuatan yang membentuk kehidupan sosial dan peradaban.

Menag menuturkan, sekitar 14 abad lalu manusia berada dalam masa yang dikenal sebagai zaman jahiliah. Pada masa itu, nilai-nilai kemanusiaan mengalami kemerosotan. Kelompok yang kuat menindas yang lemah, sementara perempuan kehilangan martabatnya.

Baca juga: Maulid Nabi, Momentum Tebar Spirit Keteladanan Muhammad SAW

Kini, manusia telah mengalami lompatan peradaban. Ilmu pengetahuan berkembang pesat dan kehidupan manusia mengalami perubahan besar.

Menag mengingatkan, kemajuan tersebut merupakan anugerah yang perlu disyukuri sekaligus dirawat dengan tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.

“Di baliknya terdapat perjuangan yang begitu agung dari seorang Rasul pilihan Allah SWT, yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dialah Baginda Nabi Muhammad SAW, yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk membebaskan manusia dari belenggu kejahilan,” tuturnya.

Dia juga mengajak umat Islam untuk terus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Menurutnya, perhatian dan kasih sayang Rasulullah kepada umatnya menjadi teladan yang terus relevan hingga kini.

“Keterpisahan oleh ruang dan waktu tidak pernah mengurangi cinta kita kepada Rasulullah SAW. Rasa cinta itu akan senantiasa bersemi untuk manusia yang senantiasa memikirkan, mendoakan dan memohonkan ampun bagi umatnya,” ujar Imam Besar Masjid Istiqlal ini.

Baca juga: 5 Alasan Merayakan Maulid Nabi Menurut Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki

Menag mengucapkan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, ia berharap umat Islam semakin terdorong untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dan menghidupkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk senantiasa meneladani akhlaknya, dan menghidupkan ajarannya. Dan semoga kita semua menjadi bagian dari umat yang kelak memperoleh syafaat beliau di hari kemudian,” kata dia.