Lewati ke konten utama
Kamis, 10 September 2026 / 28 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Menteri Haji dan Umrah Moch Irfan Yusuf
Menteri Haji dan Umrah Moch Irfan Yusuf. Foto Kemenhaj
Berita

Kesiapan Penyelenggaraan Haji Hampir 100 Persen, Menhaj Minta Jamaah Maksimalkan Manasik

Kesiapan Penyelenggaraan Haji Hampir 100 Persen, Menhaj Minta Jamaah Maksimalkan Manasik

/ 7 Syawal 1447 H 3 menit baca 1.309 dibaca

Bliitar, MUI Digital— Menteri Haji dan Umrah Moch Irfan Yusuf menegaskan bahwa kesiapan penyelenggaraan haji 1447H/2026M hampir mencapai 100 persen. 

Dia meminta seluruh jamaah untuk memaksimalkan manasik sebagai bekal utama agar ibadah berjalan tertib, aman, dan sesuai syariat.

Penegasan tersebut disampaikan saat kegiatan manasik haji Kota Blitar yang digelar di Masjid Ar Rahman, Kota Blitar, Jawa Timur, Rabu (25/3/2026), dan diikuti oleh seluruh jamaah haji setempat.

Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Abdul Haris, Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur Mohammad As’adul Anam, serta unsur pemerintah daerah, tokoh agama, dan organisasi masyarakat.

Menhaj menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Blitar dan Kantor Kementerian Haji setempat atas sinergi dalam meningkatkan kualitas pelayanan jamaah.

“Sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menghadirkan layanan terbaik bagi jamaah, mulai dari pembinaan, pelayanan, hingga perlindungan,” ujar Menhaj.

Dia menegaskan, pembentukan Kementerian Haji dan Umrah merupakan langkah strategis Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan layanan haji yang lebih fokus dan terintegrasi.

“Kementerian ini hadir untuk memastikan pelayanan yang berpusat pada jemaah, sejak persiapan, pelaksanaan, hingga kembali ke Tanah Air,” lanjutnya.

Sesuai amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, penyelenggaraan haji bertujuan memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan agar jemaah dapat melaksanakan ibadah sesuai syariat. Hal ini diwujudkan melalui konsep Tri Sukses Haji, yaitu sukses ritual, sukses ekonomi, serta sukses keadaban dan peradaban.

Menhaj juga menyampaikan sejumlah penguatan program strategis, antara lain penurunan biaya haji tanpa mengurangi kualitas layanan, penyesuaian kuota berbasis daftar tunggu untuk menjamin keadilan, serta mendorong ekspor produk dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan jemaah di Arab Saudi.

Selain itu, pengembangan Kampung Haji juga tengah disiapkan sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan jemaah yang terintegrasi.

Dalam penyelenggaraan haji tahun 1447H/2026M, pemerintah mengusung tagline “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan.”

“Kami memastikan layanan yang inklusif, aman, dan nyaman bagi seluruh jamaah, khususnya lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan panggilan istimewa yang tidak semua orang dapatkan.

“Bapak dan Ibu adalah orang-orang yang beruntung. Manasik ini menjadi bekal penting agar ibadah dapat dilaksanakan dengan benar, disiplin, dan penuh kebersamaan,” ungkapnya.

Terkait kesiapan penyelenggaraan haji 2026, Menhaj memastikan bahwa seluruh aspek layanan telah siap.

“Akomodasi di Makkah dan Madinah, layanan konsumsi, transportasi, hingga perlengkapan jemaah telah dipersiapkan. Penerbitan visa juga telah mencapai lebih dari 95 persen,” jelasnya.

Pemberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia direncanakan dimulai pada 22 April 2026.

Kementerian Haji dan Umrah juga telah bekerja sama dengan pihak syarikah di Arab Saudi untuk memastikan kualitas layanan, termasuk distribusi kartu Nusuk yang akan diterima jamaah saat di embarkasi.

Menutup pernyataannya, Menhaj mengajak seluruh pihak untuk mendoakan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji di tengah dinamika situasi global.

“Kita semua berharap situasi di Timur Tengah tetap kondusif sehingga pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” ujar dia.

BAGIKAN: