Kereta Metro Masyair, Salah Satu Kunci Sukses Transportasi Jamaah Haji Selama di Armuzna
Latifahtul Jannah
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital — Otoritas Perkeretaapian Arab Saudi (Saudi Arabia Railways/SAR) mencatat keberhasilan besar dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.
Sistem Kereta Metro Masyair berhasil melayani lebih dari 1,9 juta perjalanan penumpang jamaah haji yang bergerak di antara kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina selama puncak pelaksanaan haji.
Keberhasilan operasional Metro Masyair menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran mobilitas jutaan jamaah di kawasan Masyair Muqaddasah atau tempat-tempat suci selama musim haji tahun ini.
Dikutip MUI Digital dari Saudi Gazette, Ahad (31/5/2026), Saudi Arabia Railways (SAR) menyampaikan bahwa layanan Metro Masyair telah menyelesaikan seluruh operasional musim haji dengan melayani lebih dari 1,9 juta perjalanan penumpang melalui sembilan stasiun yang tersebar di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Metro Masyair beroperasi selama tujuh hari penuh, dimulai pada 7 Dzulhijjah 1447 H (24 Mei 2026) dan berakhir setelah seluruh pergerakan jamaah pada hari-hari tasyrik selesai pada 13 Dzulhijjah 1447 H (30 Mei 2026).
Baca juga: Pemimpin Dunia Islam Kompak Apresiasi Arab Saudi Atas Suksesnya Haji di Tengah Ketegangan Kawasan
Selama periode tersebut, kereta menjalankan sekitar 1.800 perjalanan atau rata-rata lebih dari 257 perjalanan setiap hari. Capaian ini menunjukkan tingginya kapasitas operasional sistem transportasi massal tersebut dalam melayani pergerakan jamaah dalam waktu yang relatif singkat.
Metro Masyair melayani seluruh tahapan utama pergerakan jamaah selama pelaksanaan ibadah haji. Pada 8 Dzulhijjah, kereta digunakan untuk mengangkut jemaah dari Mina menuju Arafah guna menjalani wukuf.
Setelah matahari terbenam pada 9 Dzulhijjah, layanan dilanjutkan untuk memindahkan jamaah dari Arafah ke Muzdalifah dalam rangka mabit.
Selanjutnya, pada dini hari 10 Dzulhijjah, Metro Masyair mengangkut jemaah dari Muzdalifah menuju Mina untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji. Adapun selama hari-hari tasyrik, mulai 10 hingga 13 Dzulhijjah, kereta melayani mobilitas jamaah di kawasan Mina dan menuju area Jamarat untuk pelaksanaan lempar jumrah.
Baca juga: Musim Haji 2026 Dinyatakan Bebas Wabah dan Ancaman Kesehatan Masyarakat
SAR menegaskan bahwa pelaksanaan rencana operasional yang terintegrasi menjadi kunci kelancaran mobilitas jamaah di kawasan Masyair Muqaddasah selama musim haji berlangsung.
Sistem ini terbukti mampu mengelola lonjakan jumlah penumpang secara efektif pada seluruh tahapan pergerakan jamaah, mulai dari keberangkatan menuju Arafah untuk menjalani wukuf, perpindahan ke Muzdalifah setelah matahari terbenam, perjalanan menuju Mina, hingga mobilitas menuju area Jamarat selama hari-hari tasyrik.
Metro Masyair telah beroperasi lebih dari satu dekade dan kini menjadi salah satu tulang punggung transportasi haji di Arab Saudi.
Sistem ini membantu mengurangi kepadatan lalu lintas kendaraan darat yang sebelumnya kerap terjadi di jalur Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Dengan kapasitas angkut yang besar, Metro Masyair memungkinkan pergerakan puluhan ribu penumpang dalam waktu singkat, sehingga mendukung kelancaran pelaksanaan rangkaian ibadah haji di tengah kepadatan jemaah yang mencapai jutaan orang.