Jutaan Warga Kehilangan Hak Pilih di India, Umat Islam Dilaporkan Terdampak
A Fahrur Rozi
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital — Polemik besar mencuat di negara bagian Benggala Barat, India menjelang pemilihan daerah, setelah jutaan warga dilaporkan kehilangan hak pilih akibat revisi daftar pemilih yang kontroversial.
Kebijakan ini memicu kemarahan luas karena diduga berdampak tidak proporsional terhadap komunitas Muslim.
Laporan ini dikutip dari media internasional Aljazeera, dikutip MUI Digital, Selasa (21/4/2026) dengan pendekatan investigatif berbasis lapangan yang menggabungkan data resmi, analisis lembaga riset, serta wawancara langsung dengan warga terdampak di Benggala Barat.
Data menunjukkan lebih dari sembilan juta warga—sekitar 12 persen dari total pemilih—dihapus dari daftar setelah proses special intensive revision (SIR) yang dilakukan oleh Election Commission of India.
Dari jumlah tersebut, sekitar enam juta dikategorikan sebagai tidak hadir atau telah meninggal, sementara sisanya masih menunggu proses verifikasi melalui pengadilan khusus.
Kasus ini tidak hanya berdampak pada angka, tetapi juga pada individu. Salah satunya adalah Nabijan Mondal (73), yang selama puluhan tahun selalu menggunakan hak pilihnya, namun kini namanya hilang dari daftar.
“Pada pemilu kali ini, seluruh keluarga saya akan memilih, tetapi saya tidak bisa. Saya tidak terlalu memahami hal-hal seperti ini, dan tidak tahu bahwa perbedaan nama bisa membuat saya tidak dapat memilih," tulis laporan itu.