Jualan Sabun Mengantarkan Mbah Sarjo ke Tanah Suci Meski dengan Gulita Penglihatan
Sanib
Penulis
Admin
Editor
Laporan MUI Digital langsung dari Madinah, Arab Saudi
Madinah, MUI Digital — Setelah menanti bertahun-tahun, Mbah Sarjo Utomo (71) akhirnya menjejakkan kaki di Tanah Suci bersama sang anak.
Dia tergabung dalam Kloter 1 Yogyakarta (YIA) yang tiba di Madinah pada Rabu (22/4/2026). Di usia senja dan dengan segala keterbatasan, Mbah Sarjo menaruh harapan besar dari ibadah hajinya.
Dia berharap Allah menerima amalnya dan mengampuni dosa-dosa masa lalu. “Kalau saya berhaji, mungkin Allah mengampuni dosa-dosa saya di masa lalu,” kata dia kepada tim MCH Daker Madinah.
Keterbatasan fisik tak menghalangi tekad Mbah Sarjo untuk menunaikan ibadah haji. Jamaah asal Srikayangan, Sentolo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta itu berangkat ke Tanah Suci sebagai penyandang disabilitas netra, demi menyempurnakan rukun Islam kelima.
Baca juga: Hari Keempat Operasional Haji 2026, 15.349 Jamaah Telah Diberangkatkan
“Haji itu kan rukun Islam. Ibadah saya buat sangu (bekal) saya nanti di hadapan
Allah,” ujar Sarjo di Madinah, Sabtu (25/4/2026). Perjalanan spiritual Mbah Sarjo menyimpan kisah perjuangan panjang.