Hikmah Syawal, Kiai Ni'am: Ramadhan Ajarkan Disiplin Hingga Kejujuran
Latifahtul Jannah
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital— Ramadhan mengajarkan banyak nilai dan ajaran berharga kepada umat Islam.
“Selama sebulan penuh kita berada di Madrasah Ramadhan, sebuah “kawah candradimuka” untuk penempaan diri sebagai pembuktian ketaatan dan ketertundukan kita kepada Ilahi Rabbi. Hubungan hamba dengan Rabb-nya yang dimanifestasikan dalam komitmen menjalankan kewajiban,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh, saat menyampaikan hikmah Syawal, kepada MUI Digital, di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Kiai Ni’am, begitu akrab disapa, mengatakan Ramadhan mengajarkan kedisiplinan soal waktu, mengajarkan kejujuran, mengajarkan keikhlasan, menghindarkan diri dari yang syubhat dan meragukan.
Baca juga:Israel Larang Shalat Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa, Ketua MUI: Umat Islam Harus Melawan
Selain itu pula, Ramadhan, kata Kiai Ni’am mengajarkan membangun empati dan solidaritas kepada sesama, dengan komitmen berbagi untuk kebahagiaan bersama. Semua nilai-nilai luhur itu ditanamkan dengan pola pembiasaan, selama penuh satu bulan.
Kiai Ni'am menjelaskan, saat Idul Fitri, umat Islam masuk pada fase inaugurasi, menandai berakhirnya pelatihan diri. Jika kewajiban puasa itu dilakukan dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka dosa kita akan diampuni oleh Allah SWT. Dalam hadis yang sangat terkenal disebutkan:
من صام رمضان ايمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
Artinya: “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap Ridha Allah, dosanya yang telah lampau diampuni.” (HR Bukhari dan Muslim)