Lewati ke konten utama
Senin, 14 September 2026 / 2 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
Islam prayers - Photo by Nils Huenerfuerst on Unsplash
Muslim Amerika Serikat (ilustrasi) - Photo by Nils Huenerfuerst on Unsplash
Berita

Forum Timur Tengah Simpan Data Jutaan Warga Muslim Amerika Selama Dua Dekade, Picu Kekhawatiran

Forum Timur Tengah Simpan Data Jutaan Warga Muslim Amerika Selama Dua Dekade, Picu Kekhawatiran

/ 2 Rabiul Akhir 1448 H 2 menit baca 86 dibaca

Washington, MUI Digital-Forum Timur Tengah (Middle East Forum/MEF) diketahui menyimpan basis data yang memuat lebih dari 4 juta informasi mengenai warga Muslim Amerika dan kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan mereka selama hampir dua dekade.

Pengungkapan ini menuai sorotan dari para pegiat hak-hak sipil yang memperingatkan bahwa arsip tersebut berpotensi menjadi “daftar target” di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap Islamofobia di Amerika Serikat.

Hal itu diungkapkan dalam laporan yang diterbitkan situs berita HuffPost pada Jumat, dikutip MUI Digital dari Yeni Safak, Senin (14/9/2026).

Arsip tersebut disusun berdasarkan catatan yang tersedia untuk umum. Isinya mencakup nama individu, akun media sosial, dan informasi perpajakan, serta data mengenai masjid, sekolah, dan berbagai badan usaha.

MEF mengungkapkan keberadaan proyek tersebut setelah HuffPost menghubungi organisasi itu dan menyampaikan rencana untuk menerbitkan hasil temuannya.

Direktur Eksekutif MEF, Gregg Roman, mengatakan organisasi tersebut sebenarnya berencana mengumumkan inisiatif itu pada akhir tahun ini. Namun, ia menyambut baik pengungkapan yang dilakukan lebih awal oleh HuffPost.

Roman menambahkan, para peneliti dapat mengajukan permohonan untuk mengakses data tersebut setelah arsip dibuka bagi pemohon yang memenuhi kualifikasi.

Organisasi yang berbasis di Philadelphia itu menyatakan bahwa misinya berfokus pada pembelaan nilai-nilai Barat serta menyoroti apa yang mereka sebut sebagai bahaya “Islamisme legal”, yakni gerakan yang menurut MEF berupaya mencapai tujuan-tujuan Islamis melalui jalur hukum.

MEF membela praktik pengumpulan datanya. Organisasi tersebut beralasan bahwa pemetaan jaringan ideologis merupakan praktik yang lazim dilakukan oleh organisasi masyarakat sipil di Amerika Serikat. MEF juga menyatakan bahwa kelompok-kelompok lain memiliki arsip serupa.

Sejumlah organisasi hak-hak sipil menuduh MEF turut berkontribusi terhadap Islamofobia dan menyebarkan informasi yang keliru mengenai umat Islam.

Caleb Kieffer dari Southern Poverty Law Center menyebut keberadaan arsip tersebut “sangat mengkhawatirkan”. Ia menyoroti apa yang disebutnya sebagai meningkatnya retorika anti-Muslim di Amerika Serikat.

Sementara itu, Mobashra Tazamal dari Bridge Initiative, Universitas Georgetown, menggambarkan basis data tersebut sebagai potensi “daftar target”. Ia memperingatkan bahwa informasi semacam itu dapat digunakan untuk memantau atau mengintimidasi individu dan organisasi Muslim.

Pengungkapan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran warga Muslim Amerika terhadap Islamofobia, serta ketegangan politik terkait kebijakan Presiden Donald Trump dan tindakan keras terhadap para demonstran yang mendukung Palestina.

slot gacorhttps://kencang77-on.com/https://kencang77.net/
BAGIKAN: