Lewati ke konten utama
Sabtu, 25 Juli 2026 / 10 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Donasi Palestina Tembus Rp200 Miliar, Baznas dan MUI Perkuat Program Beasiswa

3 menit baca 128 dibaca
1000526918
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperkuat program beasiswa bagi mahasiswa Palestina yang menempuh pendidikan di Indonesia.

Program tersebut didukung dana donasi masyarakat untuk Palestina yang telah mencapai sekitar Rp200 miliar, sebagai wujud tingginya solidaritas umat islam Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Hal itu disampaikan Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid seusai menghadiri pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Ahad (26/7/2026).

Sodik mengatakan, besarnya dana yang berhasil dihimpun menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat Indonesia terhadap rakyat Palestina.

"Dana yang ada di Baznas untuk Palestina masih besar, kurang lebih Rp200 miliar," ujarnya.

Baca juga: Pererat Persahabatan Bangsa, MUI dan Baznas Sediakan Beasiswa Kuliah Rp22 Miliar untuk Mahasiswa Palestina

Menurutnya, besarnya donasi tersebut menjadi simbol kuat solidaritas umat Islam Indonesia.

"Itu adalah simbol bagaimana pedulinya umat Islam Indonesia kepada Palestina," katanya.

Sodik menjelaskan, salah satu prioritas penyaluran dana tersebut adalah program beasiswa bagi mahasiswa Palestina yang sedang menempuh pendidikan di Indonesia.

"Di antara alokasi dana tersebut adalah untuk beasiswa mahasiswa Palestina yang ada di Indonesia," jelasnya.

Program beasiswa tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara BAZNAS, MUI, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), mulai dari proses rekrutmen hingga pembinaan mahasiswa.

Baca juga: KUII VIII Usung Misi "Ulama Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat"

"Kami bekerja sama dengan MUI dan Kemendiktisaintek," ujarnya.

"Kerja sama itu mencakup rekrutmen dan pembinaan mahasiswa," imbuhnya.

Menurut Sodik, hingga saat ini Baznas telah mengalokasikan sekitar Rp22 miliar untuk mendukung program beasiswa tersebut.

"Dana yang telah dialokasikan sekitar Rp22 miliar," katanya.

Ia menambahkan, Baznas akan terus memperluas dukungan terhadap program pendidikan bagi mahasiswa Palestina seiring tingginya antusiasme masyarakat dalam berdonasi.

"Ke depan kami bisa mengalokasikan lagi untuk beasiswa, selain program-program yang lain," tuturnya.

Sodik mengungkapkan, semangat masyarakat Indonesia untuk membantu Palestina melalui BAZNAS hingga kini masih sangat tinggi.

"Donasi untuk Palestina ke Baznas memang besar," ungkapnya.

"Hingga hari ini masyarakat, organisasi, dan lembaga masih semangat membantu Palestina," lanjutnya.

Selain program beasiswa, Baznas juga tengah mengkaji sejumlah rencana penyaluran bantuan lainnya bersama pemerintah, termasuk dukungan bagi pembangunan infrastruktur di Palestina.

"Kami sudah berdiskusi mengenai beberapa rencana alokasi, selain untuk beasiswa juga untuk infrastruktur," katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia tetap menjadi fokus utama BAZNAS dalam membantu Palestina.

"Sekarang kami fokus kepada beasiswa melalui kerja sama dengan MUI," tegasnya.

Menurut Sodik, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan suatu bangsa.

"Kita ingin mendidik mereka sebagai generasi yang mampu mengembangkan sumber daya manusia," ujarnya.

Ia menilai kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama bagi kebangkitan Palestina di masa depan.

"Sumber daya manusia merupakan kata kunci untuk memajukan sebuah negara," ucapnya.

Sodik mengajak rakyat Palestina untuk tetap optimistis menghadapi berbagai tantangan.

"Jangan pernah menyerah, jangan pernah berputus asa," pesannya.

Ia meyakini, pendidikan akan menjadi modal penting bagi kebangkitan Palestina.

"Sebagai orang beriman harus optimistis. Insya Allah, dengan sumber daya manusia yang diperkuat melalui beasiswa, Palestina akan bangkit," kata dia.